KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
Cerita Dewasa Nakal Bersambung

Amoy Salon Yang Bisa Diajak Kencan Short Time

Amoy Salon Yang Bisa Diajak Kencan Short Time Cerita Nakal sebelumnya yang telah diketahui atau kita baca bersama tentu saja yang berjudul Diperkosa Secara Bergilir Oleh Kuli Bangunan –, dan kali ini situs Cerita69.co akan melanjutkan cerita mesum yang mantap dengan cerita sebelumnya yang pastinya bisa membangkitkan birahi seseorang yang berjudul Amoy Salon Yang Bisa Diajak Kencan Short Time   ,.. ya uda yuk kita langsung aja mulai aja cerita nya.. hehehe penasaran? yuk let’s go..

Awal Februari yang lalu aku mendapat pengalaman yang mana awal mulanya aku diajak temanku untuk potong rambut di salon dekat dengan kampus, aku dengar dari masyarakat sekitar bahwa rata rata yang bekerja di salon tersebut wanitanya bisa diajak kencan, pada suatu hari pukul 14.00 kami janjian dengan temanku bertemu di salon tersebut untuk potong rambut.

Sejenak aku melirik jam tangan, terlihat jam satu kurang beberapa menit saja dan kuputuskan untuk masuk.

Seperti halnya salon-salon biasa, suasana salon ini normal tidak ada yang luar biasa dari tata ruangnya serta kegiatannya.

Pada pertama kali aku masuk, aku langsung menuju ke tempat meja reception dan di sana aku mengatakan niat untuk potong rambut.

Dikatakan oleh wanita cantik yang duduk di balik meja reception agar aku menunggu sebentar sebab sedang sibuk semua.

Sambil menunggu, aku mencoba untuk melihat-lihat sekitar siapa tahu ada temanku, tapi tidak terlihat ada temanku di antara semua orang tersebut. Mungkin dia belum datang, pikirku.

Kuakui bahwa hampir semua wanita yang bekerja di salon ini cantik-cantik dan putih dengan postur tubuh yang proporsional dan aduhai.

Kalau boleh memperkirakan umur mereka, mereka berumur sekitar 20-30 tahun. Aku jadi teringat dengan omongan temanku, sunny, bahwa mereka bisa diajak kencan.

Namun aku sendiri masih ragu sebab salon ini benar-benar seperti salon pada umumnya.

Setelah beberapa menit menunggu, aku ditegur oleh reception bahwa aku sudah dapat potong rambut sambil menunjuk ke salah satu tempat yang kosong. Aku pun menuju ke arah yang ditentukan.

Beberapa detik kemudian seorang wanita muda nan cantik menugur sambil memegang rambutku.

“Mas, rambutnya mau dimodel apa?” katanya sambil melihatku lewat cermin dan tetap memegang rambutku yang sudah agak panjang.

“Mmm.. dirapi’in aja Mbak!” kataku ********

Lalu seperti halnya di tempat cukur rambut pada umumnya, aku pun diberi penutup pada seluruh tubuhku untuk menghindari potongan-potongan rambut. Beberapa menit pertama begitu kaku dan dingin.

Aku yang diam saja dan dia sibuk mulai motong rambutku. Sangat tidak enak rasanya dan aku mencoba untuk mencairkan suasana.

“Mbak.. udah lama kerja di sini?” tanyaku.

“Kira-kira sudah enam bulan, Mas.. ngomong-ngomong situ baru sekali ya potong di sini?” sambungnya sambil tetap memotong rambut.

“Iya.. kemarenan saya lewat jalan ini, terus kok ada salon, ya udah dech, saya potong di sini. Ini juga janjian sama temen, tapi mana ya kok belum datang?” jawabku sedikit berbohong.

“Ooo..” jawabnya singkat dan berkesan cuek.

“Hei..” terdengar suara temanku sambil menepuk pundak.

“Eh.. elo baru dateng?” tanyaku.

“Iya nih.. tadi di bawah jembatan macet, mm.. gue potong dulu yach..” jawabnya sambil berlalu.

Ngobrol punya Ngobrol , akhirnya kami dekat , dan belakangan aku tahu Sisca Namanya , Umur 23 tahun . Dia ngekost di daerah situ juga , dia orang manado dan anak ketiga dari enam bersaudara.

Kami pun akhirnya sepakat untuk bertemu setelah cukup lama berbincang sambil dirinya memotongkan rambutku . Kami akan bertemu diluar pada hari senin , karena setiap hari senin , salon ini tutup . Setelah aku selesai , sambil sedikit memberikan tips sekedarnya kepadanya , aku menanyakan apakah dirinya mau untuk ku ajak makan diluar .

Dia menyanggupinya dan menulis nomor teleponnya pada secarik kertas kecil dan memberikannya kepadaku .

Sambil menunggu temanku , Sunny aku mengobrol dengan Sisca , aku juga dikenalkan kepada beberapa temannya yang bernama Susi , Icha dan yana . Ketiganya cantik-cantik namun menurutku masih Sisca yang paling cantik dan juga memiliki para tubuh yang paling indah diantara ketiganya.

Susi , perawakannya berambut agak panjang dan beberapa bagian rambutnya diwarnai dengan cat kuning . Icha , dirinya agak pendek , tatapannya agak misterius , dadanya sebesar Sisca namun karena postur tubuhnya yang agak pendek sehingga payudaranya membuat para lelaki berlomba-lomba untuk menikmatinya .

Sedangkan Yana , ia tampak sangat merawat tubuhnya , ia begitu mempesona , lingkar pinggangnya yang sangat ideal dengan tinggi badannya , pantatnya dan dadanya pun sangat proporsional . Akhirnya kami bertemu pada hari Senin dan di tempat yang sudah kami sepakati . Setelah makan siang , kami pergi untuk menonton Bioskop.

Wah , cantik kali ini orang , batinku mengagumi kecantikan Sisca yang saat itu mengenakan kaos ketat berwarna biru muda yang di luarnya memakai rompi yang dikancingkan dan dipau dengan celana jeans super ketat serta sandal yang agak tebal . Saat film sedang berlangsung semua penonton dikagetkan oleh suatu adegan . Sisca tampak kaget , terlihat dari bergetarnya tubuhnya , entah ada setan apa , secara reflek aku memegang tangan kanannya . Lama sekali aku memegang tangannya dengan sesekali meremasnya dan ia hanya diam saja .

Singkat cerita , aku mengantarkan dia pulang ke kostnya , dia tengah jalan Sisca memohon kepadaku untuk tidak langsung pulang tapi mau putar-putar dulu.

Kuturuti permintaannya karena aku sendiri sedang bebas , dan kuputuskan untuk naik tol dan putar-putar kota Jakarta . Sambil menikmati musik , kami saling berdiam diri , hingga akhirnya Sisca mengatakan .

“hmmm.. Bill , aku mau mengatakan sesuatu nich sama kamu , mungkin ini terlalu cepat , Bill… Aku itu suka sama kamu .. “katanya perlahan namun pasti.

Seperti disambar oleh petir dengan mendengar kata-kata nya dan secara reflek aku menatap dirinya , tampaknya dia serius dengan apa yang baru saja ia katakan . Dia menatap tajam.

“Apa kamu yakin dengan omonganmu yang tadi , Sis?”tanyaku sambil kembali konsentrasi ke jalan .

“Aku nggak tau kenapa bahwa aku merasa kamu tidak seperti kebanyakan lelaki yang aku kenal , kamu baik , dan perhatian dan cukup peduli . Aku nggak mau kalau setelah aku pulang ini , kita nggak bisa ketemu lagi , Bill . Aku nggak mau kehilangan kamu , “Jawabnya dengan begitu banyak penjelasan.

“Hmmm.. kalau aku boleh jujur siihh , aku juga suka sih sama kamu , Sis. Tapi kamu mau gak kalau kita gak pacaran dulu ?”

“Okee kalau memang itu mau kamu , tapi aku boleh nggak ‘sun’kamu . Bukti bahwa aku nggak main-main sama yang barusan aku omongin? “

Wah rasanya seperti mau mati , jantungku mau copot , nafas menjadi tersengal-sengal . Memang edan ini anak , seperti benar-benar!!! Sekali lagi , aku menatap ke arah kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang indah berwarna coklat , dia menatapku dengan tatapannya yang tajam sekaligus menggemaskan .

“Sekarang ?? ” Tanyaku padanya sambil menatap matanya juga , lalu akhirnya dia mengangguk pelan dengan lucunya .

“OK , kamu boleh ‘sun’aku ” jawabku sambil kembali menatap ke jalan .

Beberapa detik kemudian dia beranjak dari temapt duduknya dan mengambil posisi untuk memberikan sebuah “sun” di pipi kiriku . Diberilah sebuah ciuman pada pipi kiriku sambil memeluk . Lama sekali dirinya mencium dan ditempelkannya payudaranya pada lengan kiriku.

Ooh tuhan , empuk sekali mantab Djiwa !!! Payudaranya yang cukup menantang itu sedang menekan lengan kiriku . Asem , enak bener , aku jadi terangsang nih.

Secara otomatis batang kemaluanku pun mengeras . Dengan pelan sekali , Sisca berbisik “Bill , aku suka sama kamu ” dan ia kembali mencium pipiku dan tetap menekan payudaranya pada lengan kiriku .

Konsentrasiku buyar , sepertinya aku benar-benar sudah terangsang dengan perlakuan Sisca , dan beberapa kendaraan yang melaluiku melihat kearahku menembus kaca filmku yang hanya 50%.

“Kamu terangsang yang , Bill ? ” tanyanya pelan dan agak lirih .

Aku tidak menjawab . Tangan kirinya mulai mengelus-ngelus badanku dan mengarah kebawah . Aku sudah benar-benar terangsang.

Sekali lagi Sisca berbisik , “Bill , aku tau kamu terangsang , boleh ngak aku lihat punyamu ? punya kamu besar yachh ? !! “aku mengangguk .

Dibukalah celana panjangku dengan tangan kirinya , sepertinya ia agak kesulitan saat akan membuka ikat pinggangku sebab dia hanya menggunakan satu tangan . Aku bantu dia membukanya setelah itu aku kembali lagi memegang kendali setir mobil .

Dielus-elus batang kemaluanku yang sudah keras dari luar . Tidak lama kemudian ditelusupkan telapak kirinya ke dalam dan digenggamlah kemaluanku .

“Oooh … “desahku pelan . Sedikit demi sedikit wajahnya bergerak .

Pertama , ia berikan ciuman pada bibirku dari sebelah kiri lalu turun kebawah . Ia menciumi leherku , dan ia sempat berhenti lagi di bagian dadaku , mungkin ia menikmati aroma parfum BULGARI yang sedang kupakai.

Ia semakin turun dan semakin turun ke bawah . Beberapa kali Sisca melakukan gerakan mengocok kemaluanku . Pertama-tama dijilatinya pangkal batang kemaluanku lalu merambat naik ke atas . Ujung lidahnya saat ini berada pada bagian biji kejantananku . Salah satu tangannya menyelinap di antara belahan pantatku , menyentuh anusku , dan merabanya.

Sisca melanjutkan perjalanan lidahnya , naiknya semakin ke atas , perlahan-lahan . Setiap gerakan nyaris dalam beberapa detik , teramat perlahan .

Melewati bagian tengah , naik lagi . Ke bagian leher batangku . Kedua tanganku tak kusadari sudah mencengkeram setir mobil . Ujung lidahnya naik lebih ke atas lagi . Pelan-pelan setiap jilatannya kurasakan bagaikan kenikmatan yang tak pernah usai . Begitu nikmat , begitu perlahan setiap kali kutundukkan wajahku melihat apa yang sedang dilakukannya setiap kali itu pula kulihat Sisca masih tetap menjilati kemaluanku dengan penuh nafsu .

Sesaat setelah itu Sisca melepaskan tangannya dari kemaluanku , ia menyibakkan rambutnya ke samping tiga jarinya kembali menarik bagian bawah batang kemaluanku dengan sedikit memiringkan kepalanya .

Sisca kemudian mulai menurunkan wajahnya mendekati kepala kejantananku. Ia mulai merekahkan kedua bibirnya , dengan berhati-hati ia memasukkan kepala kemaluanku ke dalam mulutnya tanpa tersentuh sedikitpun oleh giginya. Kemudian bergerak perlahan-lahan semakin jauh hingga dibagian tengah batang kemaluanku ke dalam mulutnya tanpa tersentuh sedikitpun oleh giginya.

Kemudian bergerak perlahan-lahan semakin jauh sehingga pada bagian tengah batang kemaluanku . Setelah itu lah kurasakan kepala kejantananku menyentuh bagian lidahnya .

Tubuhku bergetar sesaat dan terdengar suara khas dari mulut Sisca . Kedua bibirnya sesaat kemudian merapat . Kurasakan kehangatan yang luar biasa nikmatnya mengguyur sekujur tubuhku . Perlahan-lahan kemudian kepala Sisca mulai naik .

Bersamaan dengan itu pula kurasakan tangannya menarik turun bagian bawah batang tubuh kejantananku sehingga ketika bibir dan lidahnya mencapai di bagian kepala , kurasakan bagian kepala itu semakin sensitif.

Begitu sensitifnya sampai-sampai bisa kurasakan kenikmatan hisapan dan jilatan Sisca begitu merasuk kedalam dan menggelitik seluruh urat-urat syaraf yang ada disana. Kuraba punggungnya dengan tangan kiriku , kuelus dengan lembut lalu mengarah ke bawah .

Kudapatkan payudara sebelah kanan . Kubuka telapak tanganku mengikuti bentuk payudaranya yang bulat . Kuremas dengan lembut . Kubuka satu persatu kancing rompinya . dan kembali aku membuka telapak tangan dan mengikuti bentuk payudaranya .

Sambil tetap mengulum , tangan kanannya bergerak menyentuh tanganku , ia tarik baju ketatnya dari selipan celana panjangnya . Dipegangnya tanganku dan diarahkannya ke dalam . Di balik baju ketatnya , aku meremas-remas payudaranya yang masih terbungkus BH . Kuremas satu persatu payudaranya sambil mendesah sambil menikmati kuluman pada kemaluanku .

Kuremas agak kuat dan Sisca pun berhenti mengulum sekian detik lamanya . Kuelus-elus kulit dadanya yang agak menyembul dari BH-nya dengan sesekali menyelipkan salah satu jariku di antara payudaranya yang kenyal .

“Arggghh… “desahku menikmati kuluman Sisca yang semakin lama semakin cepat . Aku turunkan BH-nya yang menutupi payudaranya sebelah kanan . Aku dapat meraih putingnya yang sudah mengeras . Kupilin dengan lembuh.

“oohh.. esst.. “desahnya melepas kuluman dan terdengar suara akibat melepaskan bibirnya dari kemaluanku .

Menjilat , menghisap , naik turun . Ia begitu menikmatinya . Begitu seterusnya berulang-ulang . Aku tak mampu lagi melihat kebawah . Tubuhku semakin lama semakin melengkung ke belakang kepalaku sudah terdongak ke atas . Kupejamkan mataku .

Sisca begitu luar biasa melakukannya . Tak sekalipun kurasakan giginya menyentuh kulit kejantananku. Gila , belum pernah aku dihisap seperti ini , pikirku . Pikiranku sudah melayang-layang jauh entah kemana .

Tak kusadari lagi sekelilingku oleh gelombang kenikmatan yang mendera seluruh urat syaraf di tubuhku yang semakin tinggi .

Aku berhenti sejenak meraba payudaranya. Kutengok ke bawah, tangan kanannya menggenggam dengan erat persis di bagian leher batang kemaluanku, dan ia terlihat tersenyum kepadaku. “Kamu luar biasa, Sis,” bisikku sambil menggeleng-gelengkan kepala terkagum-kagum oleh kehebatannya. Sisca tersenyum manis dan berkesan manja.

“Eh, bisa keluar aku kalo kamu kayak gini terus,” bisikku lagi merasakan genggaman tangannya yang tak kunjung mengendur pada kemaluanku. Alma tersenyum.

“Kalo kamu udah nggak pengen keluar, keluarin aja, nggak usah ditahan-tahan,” jawabnya dan setelah itu menjulurkan lidahnya keluar dan mengenai ujung batang kemaluanku. Rupanya ia mengerti aku sedang berjuang untuk menahan ejakulasiku.

“Aaghh..” desahku agak keras menahan rasa ngilu. Bukan kepalang nikmat yang kurasakan, tubuhnya bergerak tidak karuan, seiring dengan gerakan kepalanya yang naik turun, kedua tangannya tak henti-henti meraba dadaku, terkadang ia memilin kedua puting susuku dengan jarinya, terkadang ia melepaskan kuluman untuk mengambil nafas sejenak lalu melanjutkannya lagi.

Semakin lama gerakannya makin cepat. Aku sudah berusaha semaksimal untuk menahan ejakulasi. Kualihkan perhatianku dari payudaranya. Aku meraba ke arah bawah. Kubuka kancing celananya. Agak lama kucoba membuka dan akhirnya terlepas juga. Pelan-pelan kuselipkan tangan kiriku di balik celana dalamnya.

Aku dapat rasakan rambut kemaluannya tipis. Mungkin dipelihara, pikirku dalam hati. Kuteruskan agak ke bawah.

Alma mengubah posisinya. Tadinya ia yang hanya bersangga pada satu sisi pantatnya saja, sekarang ia renggangkan kedua kakinya.

Dengan mudah aku dapat menyentuh kemaluannya. Beberapa saat telunjukku bermain-main di bagian atas kemaluannya.

Aku naik-turunkan jari telunjukku. Ugh, nikmat sekali nih rasanya, pikirku. Sesekali kumasukkan telunjukku ke dalam lubang kemaluannya.

Aku jelajahi setiap milimeter ruangan di dalam kemaluan Sisca . Aku temukan sebuah kelentit di dalamnya. Kumainkan klitoris itu dengan telunjukku.

Ugh, pegal juga rasanya tangan kiriku. Sejenak kukeluarkan jariku dari dalam. Lalu aku menikmati setiap kuluman Alma. Rasanya sudah beberapa tetes spermaku keluar. Aku benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya.

Kembali kumasukkan jariku, kali ini dua jari, jari telunjuk dan jari tengahku. Pada saat aku memasukkan kedua jariku, Sisca tampak melengkuh dan mendesah pelan. Semakin lama semakin cepat aku mengeluar-masukkan kedua jariku di lubang kemaluannya dan Sisca beberapa menghentikan kuluman pada batang kemaluanku sambil tetap memegang batang kemaluanku.

Entah sudah berapa orang yang melihat kegiatan kami terutama para supir atau kenek truk yang kami lewati, namun aku tidak peduli. Kenikmatan yang kurasakan saat itu benar-benar membiusku sehingga aku sudah melupakan segala sesuatu.

Kembali Sisca menjilat, menghisap dan mengulum batang kemaluanku dan entah sudah berapa lama kami melakukan ini.

Kutundukkan kepalaku untuk melihat yang sedang dikerjakan Sisca pada kemaluanku. Kali ini Sisca melakukan dengan penuh kelembutan, ia julurkan lidahnya hingga mengenai ujung kepala kemaluanku lagi. Ia memutar-mutarkan lidahnya tepat di ujung lubang kemaluanku.

Sungguh dashyat kenikmatan yang kurasakan. Beberapa kali tubuhku bergetar namun ia tetap pada sikapnya. Sesekali ia masukkan semua batang kemaluanku di dalam mulutnya dan ia mainkan lidahnya di dalam.

“Ooh.. Sis… enakk..” desahku sambil melepaskan tangan kiriku dari lubang kemaluannya. Kupegang kepalanya mengikuti gerakan naik turun.

“Sisca , aku sudah nggak tahann..” kataku agak lirih menahan ejakulasi. Namun gerakan Sisca makin cepat dan beberapa kali ia buka matanya namun tetap mengulum dan terdengar suara-suara dari dalam mulutnya.

“Aaagghh..” desahku keras diiringi dengan keluarnya sperma dari dalam batang kemaluanku di dalam mulutnya. Keadaan mobil kami saat itu sedikit tersentak oleh pijakan kaki kananku.

Sisca menikmati setiap sperma yang keluar dari dalam kemaluanku hingga akhirnya habis. Sisca tetap menjilati kemaluanku dengan lidahnya.

Dapat kurasakan lidahnya menyapu seluruh bagian kepala kemaluanku. Ugh, nikmat sekali rasanya. Setelah membersihkan seluruh spermaku dengan lidahnya, Sisca bergerak ke atas. Kulihat dia, tampak ada beberapa spermaku menempel di sebelah kanan bibirnya dan pipi kirinya.

Aku mulai bergerak memperbaiki posisi dudukku, perlahan-lahan. Sambil tetap digenggamnya batang kemaluanku yang sudah lemas, Sisca beranjak ke atas melumat bibirku, masih terasa spermaku. Sekian detik kami bercumbu dan aku memejamkan mata.

Akhirnya ia merapikan posisinya, ia duduk dan merapikan pakaiannya. Aku pun merapikan pakaianku sekedarnya. Aku kenakan celana panjangku namun tidak kumasukkan kemejaku.

Beberapa hari setelah itu, aku main ke kost Sisca dan pada saat itu pula kami mengikat tali kasih. Awal bulan Maret lalu Sisca kembali dari Manado setelah 2 minggu ia berada di sana dan ia tidak kembali lagi bekerja di salon itu.

Sekarang kami hidup bersama di sebuah tempat di daerah Grogol, sekarang ia diterima sebagai operator di salah satu perusahaan penyedia jasa komunikasi handphone. Sedangkan aku tetap sebagai animator yang bekerja di sebuah perusahaan di daerah Kedoya tapi aku harus meninggalkan kostku.

Setelah kami hidup seatap, Sisca mengakui padaku bahwa selama enam bulan ia bekerja di salon itu, ia pernah melayani pelanggannya dan ia mengatakan bahwa semua pekerja yang bekerja di salon itu juga pekerja seks. Sisca tidak mengetahui bagaimana asal mulanya.

Sisca sendiri tidak tahu apakah salon merupakan sebuah kedok atau seks adalah sebuah tambahan. Dia mengatakan bahwa untuk mengajak keluar salah satu karyawati di situ, seseorang harus membayar di muka sebesar Rp 500.000.

Rasanya Jakarta hanya milik kami berdua, tiap malam setelah mandi sepulang dari kerja atau setelah makan malam, kami melakukan hubungan seks. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir. Kami sungguh menikmati setiap hari yang akan kami lalui dan telah kami lalui bersama.

Aku sungguh tidak peduli dengan asal-usulnya pekerjaan Sisca sebab makin hari aku makin terbius oleh kenikmatan seks dan mataku seolah-seolah tertutup oleh rasa sayangku pada dia.

Baca Juga cerita seks lainnya hanya di Cerita69.co UPDATE SETIAP HARI. Baca juga Cerita Nakal lainnya hanya di Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa & Cerita Nakal Terupdate 2017.

One thought on “Amoy Salon Yang Bisa Diajak Kencan Short Time

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*