KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
Cerita Dewasa Nakal Bersambung

Awal Cerita Saat Berbuat Mesum Di Tempat Posko KKN

Kumpulan Cerita Dewasa & Cerita Nakal Terupdate 2017Cerita Nakal sebelumnya yang telah selesai anda baca tentunya yang berjudul Hubungan Gelap Dengan Istri Tetanggaku Yang Cantik, dan kali ini situs Cerita69.co akan membagikan cerita ngentot nakal yang tidak kalah menariknya dari cerita sebelumnya yang berjudul Awal Cerita Saat Berbuat Mesum Di Tempat Posko KKN,.. pasti udah penasaran kan?… ya udah siapin dulu tuh tissue basah nya, ok selanjutnya tanpa berlama-lama lagi mari kita sambit… (maaf-maaf guys.. maksudnya itu sambut yaa hehehe) yuk let’s go..

Baca Juga : Situs Poker Online BabeQQ Yang Terpercaya dan Aman

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman waktu KKN ( Kuliah Kerja Nyata ) Januari lalu tahun ini. Demi menjaga privasi orang yang bersangkutan dan berada dalam cerita dewasa ini disamarkan namanya oleh admin, dan maaf kalau penggunaan bahasanya agak formal, langsung saja yaa hehehe.. (namanya cerita.. maklum..).

Perkenalkan, nama ku Sandy, mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negeri terkenal di kota Surabaya, dan kebetulan aku juga asli dari kota Surabaya tersebut, jadi aku tidak kos. Banyak orang mengatakan sih wajahku ini pas, kadang pas jeleknya kadang pas gantengnya, hahahaha. (mudah-mudahan ngerti lah ya maksud admin ini.. admin pun gak gitu ngerti juga maksudnya nih.. hahaha).

Pada saat Januari lalu, aku baru saja malaksanakan kegiatan KKN di kampus ku, berbeda dengan teman2ku yang lain yang sudah melaksanakannya pada bulan puasa tahun lalu. Ya maklum lah, mahasiswa dengan nilai pas-pas an, IP dari 1, 2, 3 juga udah pernah, yang 4 nya belum sih ehehehe.

Kebetulan, pada saat pembagian kelompok, aku berbarengan dengan seorang cewek yang juga sejurusan denganku, sebut saja namanya Tika. Tetapi kita kenal hanya sebatas kenal gitu aja karena satu angkatan dan satu jurusan. Kalau boleh dibilang sih, paras cewek sejurusanku ini cantik lah, tingginya kurang lebih sekitar 155cm an, rambutnya panjang terurai, dengan tubuh yang tidak gemuk dan tidak kurus, pas lah menurut ku.

Kalau bicara soal buah dada sih, relatif ya, tiap orang punya selera masing-masing. Untuk ukuran buah dadanya sih standar, 34a atau 34b lah. Dari sejak awal survey lokasi desa yang akan kami tempati, kami berdua selalu bareng, jadi dengan KKN ini kita menjadi semakin dekat.

Pada saat survey pertama dia masih dibonceng dengan teman KKN ku, namun pada saat survey ke dua, entah angin darimana dia mengajakku untuk survey berdua saja, maklum pada saat itu teman-temanku yang lain masih pada sibuk dengan urusan masing-masing dan yang bisa hanya kami.

Awalnya aku sih berpikiran santai, tapi kadang terlintas di pikiranku takutnya teman-temanku yang lain berpikiran yang aneh-aneh, dan akhirnya aku menyarankan Tika untuk mengajak teman satu lagi dengan alasan agar rame.

Singkat cerita kita akhirnya berangkat dengan teman KKN ku cewek 1 lagi dengan pacarnya dan aku berboncengan dengan Tika. Selama perjalanan aku sedikit tidak konsentrasi karena dadanya yang selalu nempel pada punggungku, dan aku sengaja menaruh tas ku di depan karena desa yang akan kami gunakan untuk KKN lumayan dingin,

selain itu karena jalan yang naik turun dan motorku yang model ayam jago yang jok belakangnya agak naik, membuatnya selalu merosot dan buah dadanya yang lumayan dan empuk itu nempel di punggungku, dia pun aku perhatikan dari spion motorku tampak membenarkan posisi duduknya, semakin nggak karuan nyetir, dari berangkat sampai aku mengantarkannya ke kosnya, udah kemana-mana pikiranku itu hahaha maklum laa..

Singkat cerita kita tiba di hari dimana kita tinggal di rumah warga yang berada di pedesaan yang lumayan dingin. Selama KKN, kemana pun kelompokku ada acara atau main, aku dan temanku Tika ini selalu bersama, udah nggak bisa dipisah lah kalau dibilang, hehehe. Oya si Tika udah punya pacar juga, dan pacarnya mempercayakan Tika ke ane untuk jaga doi, soalnya udah pernah ketemu juga sama pacarnya Tika, ya ane sih iya iya aja, toh paling juga gitu-gitu aja.

Selama 1 bulan lebih sedikit, kegiatan KKN ya gitu aja, selama di tempat kami tinggal, aku perhatiin si Tika bajunya ya baju rumahan biasa cuma kadang suka nerawang sehingga nampak BH nya yang warna warni, sering aku ngingetin juga ke Tika kalau BH nya itu keliatan ato sejenisnya deh, ya maklum sih naluri dari jaman SMA kalau ada temen cewek yang keliatan BH nya gitu suka ngingetin tapi nggak menutup kemungkinan curi-curi pandang juga, hehehe.

Kami berdua pun semakin dekat, saat kita foto, dia lebih sering ngerangkul aku, dan bodohnya aku malah pasang muka bingung, saat tanganku agak longgar pun dia nggak segan-segan untuk menggandeng tanganku sehingga aku pun merasakan tonjolan buah dadanya yang lumayan itu.

Pada saat minggu ke dua saat program kerja udah pada mulai jalan, kita sibuk dengan program kerja masing-masing sesuai jurusannya, aku dan Tika sengaja menyamakan agar kita bisa bareng terus gitu. Saat aku dan Tika sudah selesai dengan program kerja kami entah kenapa ingin pulang dulu, teman-temanku yang lain pun tanpa menaruh curiga mengiyakan saja dan kami pun pulang. Setiba di rumah, tidak ada orang sama sekali, pikirku pemilik rumah ini lagi ke warung karena memang punya warung yang tidak begitu jauh dari rumah.

Akhirnya temanku Tika langsung ke kamar begitu juga aku untuk ganti baju dan tiduran santai karena merasa capek. Tiba-tiba Tika memanggilku dari atas, oya letak kamar cowok dan cewek ini atas bawah, kami para cowok di bawah sedangkan di atas kamar cewek dan toilet.

Aku pun datang dan menanyakan ada apa, ternyata si Tika ingin ngobrol-ngobrol denganku, kita bicara macam-macam dari saat dia SMA dan kesibukannya, tetapi saat aku bertanya tentang pacarnya, doi terdiam sejenak dan tiba-tiba air matanya keluar. Bingung bukan kepalang karena aku jarang menghadapi seorang cewek yang nangis dihadapan langsung, saat kuberanikan bertanya lagi, ternyata dia lagi ada masalah dengan pacarnya dan katanya lagi putus.

Iya sih, beberapa hari sebelumnya saat dia murung juga aku tanya kenapa, dan memang lagi ada masalah. Ya aku nggak bisa berbuat banyak selain menenangkannya, saat aku coba beranikan membelai rambutnya yang terurai dia hanya diam saja, lalu aku mengusap air matanya, dia tampak kaget dengan perlakuanku ini, lalu digenggamnya tanganku.

Aku pun bingung ada apa, dan kami bertatapan mata lumayan lama sehingga entah siapa yang memulai bibir kami sudah bersentuhan tipis. Aku rasakan pergerakan nafasnya yang masih belum teratur akibat dia menangis tadi.

Sambil aku memegangi pipinya yang agak basah, bibirku menjauh dan membisikan di telinganya “masih ada aku disini” dia pun mengangguk kecil, saat aku tatap lagi matanya dia langsung menyambar bibirku dengan halus dan perlahan.

Ku ikuti pergerakan bibirnya sambil dalam hati berpikir “ganas juga ini cewek” dan aku mainkan lidahku. Dia pun merasa geli tapi menikmatinya karena bibirnya selalu nempel di bibirku sambil melenguh “mmmmhhh. . . mmhhhh . . . . ”. Tanganku pun yang tadinya di pipinya sekarang sudah mendarat di pinggulnya sambil menelusuri lekuk tubuhnya.

Kami melepas ciuman kami sejenak dan saling bertatapan, dia melempar senyuman dengan matanya yang sayu, membuat setiap orang seakan ingin mencumbunya, lalu aku meminta ijin untuk memegang buah dadanya yang lumayan itu, dia hanya mengangguk dengan senyuman.

Kami lanjutkan lah perang bibir dan lidah kami sambil aku meremas buah dadanya yang saat itu mengenakan BH warna putih pink. Dia mendesah menikmati “aahhh. . . ahhh . . ” sambil bibirku mencumbu lehernya.

Sialnya saat aku hampir mengangkat BH nya terdengar suara motor teman-temanku yang datang. Kami pun tergesa-gesa membenahi diri. Semenjak kejadian tersebut, dia lebih sering memanggilku “pacar”, pertamanya aku pun kaget karena dia memanggil begitu di depan teman-temanku pada saat dia sedang membuatkan mie untuk ku dan teman-teman cowok yang lain.

Tetapi entah kenapa teman-temanku ini tahu bahwa itu hanya bercandaan, ya aku sih terserah mau dia panggil apa asal bisa menikmatinya tubuhnya deh, hehehe. ( bejat juga aku ya.. hehehe maklum la… ya sampai sekarang juga aku belum bisa memastikan aku bisa beneran tulus suka sama Tika atau ini cuma nafsu belaka doang.. ya uda dehhh nikmati aja selagi si Tika juga pengen hehehe…)

Baca kelanjutan Cerita Nakal ini pada postingan selanjutnya hanya di situs Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa & Cerita Nakal Terupdate 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*