KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
Cerita Dewasa Nakal Bersambung

Bermula Dari Memergoki Kakak Kelas Yang Sedang Mesum Di Sekolah

Kumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017Cerita Dewasa nakal penuh kenikmatan yang sebelumnya sudah berjudul Ngentot Dengan Dua Gadis Dan Pemilik Warnet Yang Masih Cantik Dan Seksi, dan kali ini situs Cerita69.co akan membagikan kisah ngentot nakal yang penuh nikmat dan otomatis tidak kalah menariknya daripada cerita sebelumnya yang berjudul Bermula Dari Memergoki Kakak Kelas Yang Sedang Mesum Di Sekolah,.. pasti udah penasaran ya kan?.. ya uda siapin dulu tuh tissu basah nya biar gak susah bersihin nya nanti kalo bocor hihihih… ya uda let’s go..

Baca Juga : Mega Jackpot Dalam Bermain Poker Online

Namaku Virga, tanyakan keseluruh sekolah, pasti mereka tahu siapa Virga itu. Seorang anak pemalas dan badung yang jarang sekali masuk sekolah dan sekalinya masuk selalu buat masalah. Sudah beberapa kali aku dikeluarkan dari sekolah, sehingga aku sering pindah – pindah sekolah.

Semua itu aku lakukan hanya untuk pelampiasan dari masalahku dengan keluarga, ya aku lahir ditengah – tengah keluar yang penuh dengan masalah dan kekerasan, sehingga aku tumbuh menjadi remaja yang tak tahu aturan. Meskipun aku bergelimang harta, tapi itu tidak ada artinya, tidak segalanya bisa diraih dengan uang.

Lagi, aku dikeluarkan dari sekolahku yang ke 3 kalinya. Untungnya aku gak harus mengulang lagi dari kelas satu, disekolah baruku ini, aku melanjutkan pendidikanku dari kelas dua SMA. Sekolahku kali ini adalah sekolah swasta, ya sekolah negri mana yang mau dengan seorang pelajar dengan “sejarah” sepertiku ini.

Sekolah baruku ini bisa dibilang sekolah swasta elite, gak perlu pintar, yang penting ada uang bisa masuk. Segala fasilitas lengkap, ditambah banyak siswi – siswi cantik yang bisa membuatku menelan ludah.

Aku pun mulai bersekolah, satu demi satu bisa kudapatkan teman baru. Semua tampak normal sampai pada suatu hari dimana ada suatu hal yang membuatku semangat untuk terus masuk sekolah. Sebuah hal yang merubah hidupku, entah itu lebih baik bagiku, atau malah memperburuk keadaanku. Begini ceritanya..

Jam sudah menunjukan pukul 16.30, aku segera merapikan segala peralatan sekolah. Huff, hari ini adalah jadwal eskul komputerku, minimal aku baru bisa sampai dirumah pukul 17.30, ya apa boleh buat. Sekolahku mewajibkan muridnya untuk memilih satu eskul, aku memilih komputer karena menurutku hanya eskul itu yang tidak begitu memusingkan dan menyita banyak waktuku.

Singkatnya, sepulang eskul aku segera menuju tempat parkir motor. Hanya ada beberapa sepeda motor lagi yang tersisa, aku berjalan kearah motorku diparkir. Aku rogoh sakuku dan kucari kunci motorku, tetapi kunciku tidak ada. Aku panik dan segera mencari – cari kedalam tas namun kunci itu tidak bisa juga aku temukan. Aku memutuskan untuk kembali keruang komputer untuk memeriksa barang kali kunciku tertinggal disana.

Ku periksa seluruh ruangan komputer yang sudah sepi, hanya ada guru eskulku yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya yang menumpuk. Guru komputer yang aku maksud adalah seorang guru baru, dia bekerja menjadi seorang guru honorer disini. Namanya adalah Rika, usianya masih muda, mungkin sekitar umur 24 – 25 tahun. Dan yang paling penting adalah wajah Bu Rika yang cantik dan kulitnya yang mulus, kadang – kadang membuatku kehilangan konsentrasiku.

“Aduh, Bu liat kunci motor saya gak??..” tanyaku kepada Bu Rika
“Lah, emang kamu tarok mana Ga?” tanyanya balik
“Kalau aku tau ya bu, ngapain aku daritadi muter2 disini..” jawabku
“Halah2, yaudah cari lagi, ibu ga liat” kata Bu Rika

Kubungkukan badanku, mencoba mencari disela – sela bagian bawah meja komputer. Huff, sudah lama aku cari tapi gak ketemu juga, tiba – tiba mataku tertuju pada sebuah pemandangan lain. Dari balik meja kerja Bu Rika, ada sebuah pemandangan indah yang membuat mataku melotot lebar. Kulihat jelas celana dalam Bu Rika yang berwarna hitam dari balik rok guru berwarna birunya, “OMG! hitam bro!!!..” ucapku dalam hati.

Aku terus pura – pura mencari, sambil sesekali kulirik celana dalam Bu Rika. Tiba – tiba aku dikagetkan oleh suara Bu Rika yang memanggilku.

“Ketemu Gak?” tanyanya
“Ehh..gak ktemu bu, aduh aku pulang gmn ini!!..” kesalku
“Bukan disini kali, coba periksa diatas, dikelas kamu..” saran Bu Rika
“Eh?.. Iya juga kali ya, coba aku kesana deh…” jawabku sambil lalu

Aku segera naik menuju kelasku dilantai tiga, matahari yang mulai terbenam membuat suasana sekolah menjadi mengerikan. Apalagi melihat ruangan kelas yang kosong, aku langsung membayangkan bagaimana keadaan sekolah saat malam.

Aku buka pintu kelasku dan masuk kedalam, kucari kunci motorku dibawah mejaku, tetapi gak ada!!.. Aku terduduk lemas diatas meja, bingung harus ngapain lagi. Tiba – tiba kudengar suara aneh dari kelas sebelah, kelas paling akhir, sebelah kiri dari kelasku. Kutempelkan telinggaku ditembok antara kelasku dan kelas asal suara itu. Awalnya tidak begitu jelas, tapi lama – lama aku kaget dengan suara yang aku dengar itu.

“Aaaaahhh..eeennnggg….aaaahh hh…aaaahhhh” suara desahan wanita
“Aaahhh, memek kamu enak banget sayang…” balas suara pria

Astaga!!.. Aku langsung mengusap – usap wajahku, apa aku bermimpi?.. atau ini hanya halusinasi??.. Tapi suara itu masih jelas terdengar dari kelas sebelah. Aku malah menjadi takut, jangan – jangan itu suara demit, atau kuntilanak??.. Aku gelisah, tapi rasa penasaranku membunuh rasa takutku, dengan perlahan aku melangkah keluar menuju kekelas asal suara tadi.

Dari balik celah pintu aku bisa melihat, astaga…

dua orang murid sedang ML di kelas!!..

Jantungku langsung berdetak kencang, aku masih belum percaya dengan apa yang aku lihat. Aku dekatkan lagi wajahku, ternyata benar mereka itu murid anak kelas tiga, dan yang membuat aku lebih kaget lagi. Cewenya itu adalah Gemi, kakak kelasku yang terkenal dengan kecantikan wajahnya dan bodinya yang aduhai.

Gemi hanya memakai seragam atasnya, sedangkan bagian bawahnya telanjang. Pantat Gemi yang montok sedang disodok oleh penis Aldo yang juga kakak kelasku. Mereka memang berpacaran, tapi aku gak tau kalau mereka berani mesum dikelas!!..

Aku semakin terbawa suasana, mendengar desahan Gemi dan gerakan erotis dari Gemi yang terlihat begitu menikmati pelayanan dari Aldo. Kurasakan penisku mulai bereaksi, aku pun semakin menempelkan wajahku di celah pintu. Saking seriusnya, tak sengaja kudorong pintu kelas, badanku pun tertarik maju, pintu kelas terbuka lebar, aku terguling masuk kekelas.

“kkkkyyyyyaaaaa….” jerit Gemi
“adduhhh…” kuusap kepalaku yang terasa sakit

Gemi dan Aldo langsung menatapku dengan tampang panik. Lalu gemi segera menutupi memeknya dengan kedua tangannya, sementara Aldo dengan wajah marah langsung menghampiriku, ditariknya kerah bajuku.

“Eh Anjing!! Anak kelas berapa lu berani ngintip-ngintip??..” bentak Aldo emosi
“weiiisss, sante lu…” sambil kutepis tangan Aldo
“berani lu ya??.. mau mampus?..” bentak Aldo yang masih 1/2 bugil
“slow..slow..” jawabku bersikap tenang
“slow??.. sampe lu kasih tau tentang ini ke orang, lu gw jamin jadi mayat” gertak Aldo
“yakin lu mau lawan gw?” tantangku, aku sudah biasa berkelahi, gak akan ciut nyaliku cuma karena gertakan dari Aldo

“eh bangsat lu ya..” teriak Aldo sambil bersiap memukulku
“ALDO!!..” teriak Gemi yang telah memakai roknya lagi sambil berlari
“lu tunggu situ aja Gem!” bentak Aldo ke Gemi
“Do, udah biarin, klo kita giniin malah dia macem-macem..” ucap Gemi
“nah, tuh cewe lu pinter…” jawabku
“eh anjing emang lu ya…” Aldo yang semakin emosi

“eh Do, gw gak akan bilang-bilang tenang aja, asal lu juga mau enak ke gw, gak usah emosi gitu lah, biarpun lu kakak kelas gw, umur lu sama ma gw, gak usah sok galak gitu. Lu lanjutin deh kegiatan lu tu sama cewe lu, gw gak akan ganggu…” ungkapku

“cuih…” eluh Aldo sambil menurunkan tangannya dan coba menenangkan diri
“udah lu pergi sana..” usir Aldo
“eeiitsss tunggu bro, gw gak mau gratisan…” jawabku licik
“anjing emang ya, mau apa lu?.. duit?..” sambil Aldo merogoh saku bajunya
“gak butuh duit gw, gw gak minta macem2..” jawabku
“mau lu apa?..” tanya Aldo
“haha, gw cuma mo liat lu lagi ML sama cewe lu, gampang kan?..” jawabku

Aldo dan Gemi langsung bertatapan. Sementara aku berdiri diam menunggu jawaban dari mereka.

“Gimana??.. gw gak ganggu, gak megang, cuma liat doank, slow..” tanya gw
“Udah Do, gpp, lagian aku nanggung nih…” ungkap Gemi
“Ok, tapi jangan megang-megang lu ya…” jawab Aldo setuju

Dengan santai aku berjalan, kuambil sebuah kursi ditengah, lalu kududuk menunggu aksi mereka. Aldo dan Gemi kembali berjalan ketempat mereka tadi, Gemi terlihat sedikit malu, tapi aku yakin dia pasti ketakutan.

Aldo langsung mencumbu Gemi, melahap habis bibir sexy Gemi. Aku cengar – cengir melihat tingkah mereka berdua. Tangan Aldo bergerak liar meremas toket Gemi yang kental, sementara tangan Gemi sibuk mengelus – elus penis Aldo yang perlahan mulai konak. Desahan kecil mulai terdengar dari mulut Gemi dan tangan Gemi semakin cepat mengelus dan mengocok penis Aldo.

Aldo segera membalikan tubuh Gemi, tangan Gemi bertumbu pada meja dan pantatnya menungging siap untuk serangan dari Aldo. Aldo segera memasukan penisnya, Gemi meringgis menahan sodokan dari Aldo kememeknya.

“aaahhh..aahhh..terus Do…” desah Gemi liar
“eeehhh…” desah Aldo yang menikmati memek Gemi
“eeemm…eeehhh…eeemmmm. ..” desah Gemi semakin menjadi

Tubuhku berasa panas melihat seks show live mereka didepanku, Gemi terlihat begitu cantik dengan seragam SMA dan memeknya yang sedang disodok. Matahari makin tenggelam, menyisakan cahaya – cahaya tipis yang menyinari tubuh Gemi dan Aldo yang sedang mesum. Hhhmmm, nice banget!!.. Pantat Gemi jadi terlihat mengkilap karena pantulan dari cahaya matahari dan keringat.

Aldo makin mempercepat gerakannya, Gemi tak kuasa menahan itu, disenderkan wajahnya diatas meja, desahnya terus mengiringi sodokan demi sodokan dari Aldo. Ditambah desahan indah dari Gemi yang membuat aku semakin merinding. Tiba – tiba kudengar desahan Gemi semakin memburu, begitu juga dengan Aldo.

“aaahhh…aaahhh…yyyaannkkk. ..mo keluuuaarr…eemmm” desah Gemi
“iiiiyyyaaa yankk..eeeggghhh…” jawab Aldo
“aaahhh…eeennngg…yyyaankkk …kellluuuaarrr yyyaankkk…aaahhhh…”
“eeeeggghhhh…aaahhhh..aaahhh h…” desah Aldo

Mata Gemi dan Aldo terpejam menahan nikmatnya klimaks mereka. Astaga aku semakin tak sanggup, ingin sekali aku bergabung dengan mereka. Aldo segera membalikan tubuh Gemi, menaikkannya keatas meja, dan membiarkan Gemi terlentang dengan selangkangan terbuka. Sementara Aldo duduk dimeja sampingnya mencoba mengumpulkan tenaga untuk ronde berikutnya. Tiba – tiba jantung kami serasa mau copot karena kaget…

“ASTAGA!!! KALLIIIAANNN!!!” teriak Bu Rika dari pintu kelas

Aku, Aldo, dan Gemi langsung panik dan diam. Melihat ibu Gemi dengan wajah marah bercampur kaget.

“KALIAN GILA!!.. IBU AKAN LAPORKAN KALIAN!!..” marah Bu Rika sambil lalu
“Bu tunggu!!!” teriaku

Aku dan Aldo saling berpandangan. Bu Rika telah membalik tubuhnya dan siap untuk pergi dari kelas, “GW BISA MAMPUS!!” ucap gw dalam hati

“Do, Kejar!!.. Mampus Kita!!..” teriak gw ke Aldo sambil berlari kearah Bu Rika
“Anjinggg laaahhhh…” umpat Aldo sambil lari mengikutiku
“….” sedangkan Gemi terdiam takut

Kutarik tangan Bu Rika, dia mencoba melawan, mulutnya terbuat bersiap tuk berteriak. Tapi, tangan Aldo langsung menutup mulutnya dan membantuku menarik Bu Rika kedalam kelas. Kudekap tubuh Bu Rika, Aldo masih menutup mulut Bu Rika dengan tangannya.

“JANGAN BERANI-BERANI LU YAA!!!” bentak Aldo ke Bu Rika
“eemm..eemmm…” Bu Rika coba bersuara
“Gimana nih Do???..” tanya gw ke Aldo
“Gw juga ga tau!!..” jawab Aldo panik

Bu Rika dalam dekapan eratku, bisa kucium harum tubuh dan rambutnya. Membuatku kepalaku pening, sensasi yang luar biasa, andrenalinku benar – benar mengalir. Setelah melihat aksi gila Gemi dan Aldo, sekarang aku harus berhadapan dengan Bu Rika.

Tak sadar tanganku menyentuh toket Bu Rika yang empuk, itu membuatku semakin tak tahan dengan semua ini. Perlahan aku mulai meremas toket Bu Rika, dia coba memberontak tapi apa daya seorang wanita dalam dekapan tubuh besarku. Aldo mengerti maksudku, dia tersenyum licik.

Aku semakin brutal meremas toket Bu Rika, sementara kugesekan penisku yang konak terbungkus celana SMA kepantat Bu Rika yang montok. Aldo memanggil Gemi untuk mendekat, Gemi berjalan setengah bugil dan takut – takut kearah Aldo.

Aldo langsung memeluk Gemi dengan satu tangannya, mereka langsung berciuman mesra didepan Bu Rika. Bu Rika mulai panik, dikerahkan seluruh tenaganya untuk mencoba menghalauku. Lagi – lagi, semua itu sia – sia.

Kutarik tubuh Bu Rika terduduk dilantai. Aldo pun melepas tangannya dari mulut Bu Rika, namun belum sempat Bu Rika berteriak, segera kusumpal mulutnya dengan tanganku. Aldo dan Gemi mulai beraksi, Aldo menjilati seluruh leher Gemi, dan Gemi sibuk mengelus penis Aldo. Mereka melakukan itu tepat didepan Bu Rika, membuat Bu Rika terpaksa menyaksikannya sambil terus kuremas toketnya. Kusenderkan tubuhku dimeja, kujepit paha Bu Rika dengan kedua kakiku.

Aldo membisikan Gemi sesuatu, setelah itu Gemi langsung maju kearahku, bertumpu pada meja dibelakangku Gemi segera mengambil posisi menungging. Memek Gemi yang basah tepat berada diatas wajah Bu Rika, aku segera menurunkan tanganku dari mulut Bu Rika kelehernya dan segera mendongakkan wajah Bu Rika, memaksanya tuk melihat memek Gemi, sambil kubisikan “berani teriak, aku cekek ibu sampai mati” ancamku…

Bu Rika pun menurut, dia terdiam dan menutup matanya. Kembali aku membisikan ditelinganya “kalau lu merem, gw cekek juga, lu harus liat..” sambil kupererat cengkraman tanganku. “iiyy..aa..” ucap Bu Rika terbata..

Aldo segera maju dan langsung menancapkan penisnya kedalam memek Gemi disaksikan oleh aku dan Bu Rika yg gemetaran. Sementara Aldo dan Gemi sedang asik menikmati moment mereka, gw mulai berani membuka kancing baju seragam guru biru khas sekolahku.

Satu demi satu, kancing ketiga terbuka, terlihat bra Bu Rika yg ternyata juga hitam dengan renda – renda. Astaga, toket Bu Rika tak kalah seksinya dengan toket Gemi yang berayun – ayun diatasku. Segera kuselipkan tanganku diantara bra dan toket Bu Rika, begitu hanya dan empuk.

Aku bisa merasakan detak jantung Bu Rika yang tidak beraturan karena takut. Aldo dan Gemi asik dengan moment mereka, suara desahan Gemi dan Aldo. Serta suara becek dari memek Gemi yang membuat aku dan Bu Rika merinding. Tiba – tiba Gemi mendesah hebat..

“aaaahhh…aaayyyaaaannkkkkk.. ..eeennnggghhhh…” tanda Gemi orgasme

Tubuh Gemi bergetar, disandarkan wajahnya keatas meja yang membuat toketnya menyentuh kepalaku, dan dari memek Gemi keluar cairan bening. Cairan itu terus keluar dan akhirnya jatuh menetes dimuka Bu Rika. Bu Rika bergetar, ditutupnya matanya, tubuh Bu Rika gelisah.

Lendir dari memek Gemi terus mengalir turun, melewati hidung lalu menuju kearah mulut Bu Rika, Bu Rika menutup mulutnya rapat – rapat mencoba menahan lendir itu agar tidak masuk kemulutnya. Aku yang menyaksikan itu segera memperkuat cengkramanku dan berkata “buka mulut lu bu!!” ancam gw.

Dengan terpaksa dan takut, Bu Rika membuka mulutnya. Lendir itu pun masuk kedalam mulut Bu Rika. Terlihat ekspresi jijik diwajah Bu Rika, ingin segera dia menutup mulutnya, tapi lagi – lagi aku ancam dia dengan cekikanku. Melihat ekspresi itu, aku semakin tidak tahan, dengan brutal kutarik bra Bu Rika.

“kkkkkrrreeeekkkkkkkk….” terdengar suara kain yang robek. Bra hitam Bu Rika putus karena tarikanku, “aaahhhhh…” jerit Bu Rika menahan sakit. Dua buah kenikmatan terlihat, begitu matang dan siap disantap. Puting Bu Rika yang berwarna merah muda, begitu serasi dengan toketnya yang mulus dan putih.

Aldo yang sedang asik melahap memek Gemi pun tertawa melihat tingkahku, melihat toket gurunya yang terpajang menantang membuat Aldo semakin semangat, dipercepatnya gerakan penisnya dimemek Gemi. Toket Gemi terus menampar – nampar ubun – ubunku, membuat aku dalam posisi yang sangat menguntungkan. Desahan Gemi semakin terdengar merdu, membuat libidoku sampai pada titik tertingginya.

Kucubit dengan kasar pentil Bu Rika, “eeeennggggg…” desah Bu Rika menahan sakit bercampur nikmat. Segera kupilin – pilin pentilnya, membuat napas Bu Rika terengah – engah. Kutekan toketnya dengan tanganku, membuat pentilnya terjepit diantara toketnya dan tanganku.

Segera kuputar – putar, tubuh Bu Rika bergetar hebat. Melihat ekspresi itu segera kulepas cengkramanku, Bu Rika mengambil napas lega. Tak lama setelah itu, kusambar bibir Bu Rika, kupaksa masuk lidahku, dan lidahku pun beradu dengan mantap didalam mulut Bu Rika yang lembab. Bu Rika mencoba menolak dengan mendorong lidahku keluar, tapi itu usaha sia – sia, malah membuat liurnya keluar dan membasahi leherku, membuatku semakin bersemangat.

Kami semakin menikmati kegiatan masing – masing, Gemi dengan Aldo, dan Aku dengan guru eskulku, Bu Rika. Terus dan terus aku habisi Bu Rika, membuat Bu Rika tak mungkin dapat meresistnya, tanganya yang tadi tergeletak kakupun tiba – tiba langsung memegang pundakku dengan takut. Tiba – tiba…

“eeehhh…gwww mooo kellluuarr…aaggghhh…” Aldo bersuara
“Do..Do..sini Do sini!!” ungkap aku semangat sambil melepas ciumanku dari mulut Bu Rika dan menyodorkan wajahnya kearah penis Aldo.

Dan langsung dengan semangat Aldo memuncratkan seluruh spermanya kearah muka Bu Rika, Bu Rika kaget dengan semua itu, matanya tepejam takut, dan mulutnya terkunci rapat. Melihat itu, tanganku usil menarik pentilnya, membuat mulut Bu Rika mengaduh “aaawwww…” dan mulutnya terbuka membuat sperma Aldo masuk dalam mulutnya.

Aldo menarik Gemi, membuatnya tidur dilantai. Aku menarik Bu Rika, memaksanya tertidur dilantai juga. Sambil kuremas toketnya, kubuka satu persatu kancing bajunya, kini Bu Rika topless. Gemi terbujur puas dilantai dengan setengah telanjang dan memeknya yang basah. Aldo berjalan menuju saklar lampu, dinyalakannya lampu kelas karena memang matahari sudah full terbenam. Aku sibuk menelanjangi Bu Rika yang sudah lemas pasrah tak berani membuka matanya.

Aku bangun, melepas seluruh pakaianku, Aldo datang menghampiriku dan melepas bajunya. Kami berdiri bugil menghadap Bu Rika yang juga bugil dibawah kami, kuelus paha Bu Rika dengan kakiku sambil aku berkata “Bu.. Buka mata lu…”

Dengan perlahan Bu Rika membuka matanya, dia melotot melihat penis aku dan Aldo.

“masi kuat do??..” tanyaku
“dikit..bisalah ngebantai bu guru..” tawa Aldo
“yuk ah, abisin do!!..” semangatku
“btw, nama lu sapa…” tanya Aldo
“call me Virga..” sambung memasang wajah licik

Aldo langsung berjongkok melahap bibir Bu Rika. Sedangkan aku segera membuka selangkangan Bu Rika. Terlihat jelas memeknya yang tertutup jembut yang tercukur begitu rapih, membuatku semakin tidak sabar untuk menikmatinya.

Tidak perlu pemanasan lagi karena aku sudah kepanasan dengan aksi – aksi kami tadi. Segera kutancapkan penisku dimemek Bu Rika yang basah dan ternyata sudah tidak perawan lagi. Sialan ni guru, ternyata perek juga. Bu Rika mencoba mendesah tapi tidak bisa karena mulutnya sedang dilahap oleh Aldo.

Tubuh Bu Rika bergetar hebat mencoba melawan nafsu bejatku dan Aldo. Memek Bu Rika masih terasa nikmat meskipun sudah tidak perawan lagi, dinding memeknya masih terasa menjepit penisku. Aldo bosan dengan aktifitasnya, segeras dia berlutut lalu ditampar – tamparkan penisnya dimulut Bu Rika.

Bu Rika munafik menolak penis itu, pada akhirnya dia membuka mulutnya dan melahapnya. Dengan penisku yang menancap di memeknya dan penis Aldo yang memenuhi mulutnya, aku jamin Bu Rika gak akan berani untuk menolak lagi.

Eeerrgghhhh, kurasakan penisku makin mengeras, ya sebentar lagi aku orgasme. Kutekan semakin dalam penisku kememek Bu Rika. Dan…

“eeeennnggggghhhhhhhh……… ” kulepaskan miliyaran spermaku kedalam memek Rika.

Bu Rika mengeliat lalu tubuhnya bergetar, ternyata dia juga orgasme. Aldo melepas penisnya dari mulut Bu Rika, begitu juga aku yang mencabut penisku dari memeknya.

“Do..pernah anal ga??..” tanya gw
“wah wah, belom sih, tapi boleh tuh!!..” sambil menuju kearahku
“hah??.. jangan please, ibu minta jangan….” kaget Bu Rika ketakutan
“lu gak berhak ngelarang….” kasar jawabku

Aku tidur terlentang, Aldo tanpa aku suruh langsung membantu Bu Rika bangun, meletakan tubuh Bu Rika diatas tubuhku, tanganku bergerak membantu penisku masuk kedalam memek Bu Rika yang becek. Dan eeeemmmmm…..oooohhhh…penis ku kembali masuk menembus memek Bu Rika. Sementara Aldo mengambil posisi, bersiap – siap menancapkan penisnya di dubur Bu Rika. Aldo membuka pantat Bu Rika, Bu Rika coba melawan tapi dalam pengaruh penisku, dia tidak dapat banyak bergerak.

“Bu… jangan lupain kami…. kasih kami nilai 10 ya!!… wahahahaha” canda Aldo.

Dannnn….

“aaaaaaaahhhhhhhh….aaaaaahhh hhh….eeeennnnnngggmmmm…..” suara Bu Rika saat penis Aldo masuk menembus duburnya yang perawan.

Aku dan Aldo membantai habis Bu Rika, membuat Bu Rika benar – benar merasakan surga dunia. Tiba – tiba Gemi ada diatas kepalaku, tanpa basa – basi dilahapnya bibir Bu Rika. Astaga!!.. Ini apa namanya???.. Threesome??.. Jelas BUKAN!!!.. INI QUADSOME!!!..

Bu Rika tidak dapat lagi bergerak, seluruh spot sensitif-nya sudah dilahap habis oleh kami bertiga. Hanya ada desahan – desahan kecil dan hembusan napas Bu Rika yang semakin memburu. Tiba – tiba Gemi bangkit, disodorkan memeknya yang telah basah kearah mulut Bu Rika, Bu Rika berusaha menolak dan jijik. Tapi dalam kondisinya sekarang, dia tidak akan sanggup menahan itu, dengan malu – malu Bu Rika menjilati memek Gemi dengan perlahan, “eeeemmmm….” desah Gemi sambil memainkan toketnya sendiri dengan kedua tangannya.

Aldo memajukan tubuhnya, membuat penisnya yang tertancap dipantat Bu Rika makin dalam. Gemi pun melakukan hal yang sama, Aldo dan Gemi pun saling melahap bibir diatas tubuh Bu Rika yang bugil. Kami semua serasa menjadi satu, penisku dimemek Bu Rika, penis Aldo dipantat Bu Rika, memek Gemi yang sedang dijilati Bu Rika, dan ciuman mesra Gemi dengan Aldo.

Aku merasa ini seperti mimpi, bisa menancapkan penisku yang lapar kedalam memek guruku sendiri dan melihat memek kakak kelasku yang cantik diatas kepalaku. Tanganku pun bergerak, aku remas kedua toket Bu Rika yang mulai mengeras dan pentilnya yang semakin mancung. Bu Rika mendesah makin hebat sambil terus dia jilatin memek Gemi dengan mantap. Tak lama setelah itu…

“aaaahhhh……aaaaaahhhhhhh.. .eeeemmmmmm….” Bu Rika segera melepas jilatannya dari memek Gemi, ya Bu Rika ORGASME!!!…

Kurasakan penisku tertekan makin kuat didalam memek Bu Rika, tak lama setelah itu cairan hangat membasahi penisku, membuat seluruh tubuhku merinding. Dan sekarang giliranku, karena orgasme Bu Rika, penisku jadi terpancing.

Seluruh urat ditubuhku serasa tertarik, darahku berkumpul diujung penisku yang memerah, dan…..”DAMMMNNN IIITTT!!!… Aaaaarrrggghhhh… eeennnggggg.…” orgasme-ku sambil kuremas kencang toket Bu Rika yang membuat tubuhnya ikut bergetar hebat.

Aku tersenyum puas, kutumpahkan seluruh spermaku kedalam memek guru eskul komputerku, dalam posisi Bu Rika yang diatasku membuat spermaku perlahan keluar dari memek Bu Rika bercampur dengan cairan kenikmatan Bu Rika lalu menetes jatuh ke lantai kelas. Kupejamkan mataku, mencoba menikmati moment yang begitu indah itu. Tiba – tiba lagi aku mencium bau yang begitu menggoda, kubuka mataku dan….

Gemi yang mulai lelah dengan posisinya, menindih wajahku dengan memeknya yang sudah basah dengan cairan kenikmatannya dan liur Bu Rika. Memek Gemi tepat menghantam mulutku, membuatku dapat merasakan sensasi dari memek Gemi dan aroma memek Gemi yang begitu wangi.

Tanpa diperintah, lidahku otomatis bergerak, menjilat seluruh memek Gemi. Perlahan kujilati dinding luar memeknya, dan mulai masuk kedalamnya, sambil aku mampir ke klitorisnya yang hangat dan menjilatinya dengan nikmat.

Kurasakan tubuh Gemi bergetar, Aldo yang melihatku menjilati memek kekasihnya tampak tidak peduli, dia masih asik berciuman dengan Gemi sambil terus memutar – mutar penisnya di memek Bu Rika. Bu Rika yang melihatku menjilati memek Gemi tidak mau ketinggalan,

Dia juga segera menjilati memek Gemi, sesekali lidahnya bersentuhan dengan lidahku, membuat sensasi yang begitu luar biasa. Penisku terdiam menancap didalam memek Bu Rika, tapi dengan goyang penis Aldo dipantat Bu Rika, itu membuat penisku berayun didalam memek Bu Rika yang nikmat.

Beberapa menit kami terus menikmati posisi ini lalu…

“aaaahhhhhh….dddooo…kkkeee lllluuuuaarrrrr….” desah Gemi
“aakkuu juuggaa..eerrrggghhhh…” balas Adlo

Dan hebatnya, aku pun merasakan sensasi orgasme lagi.

“aaarrgghh…annjjrriiittt…e eennngggg…” desahku bersiap memuncratkan spermaku.
“uuuufff…aaahhh…aaahhhh… .” diikuti Bu Rika dengan muka kecutnya.

AAAAAAAAAAHHHHHHHHH… kami berempat serentak berteriak bersama, tak dapat lagi menahan orgasme kami. Tubuh kami berempat bergetar hebat!!!..

Kurasakan cairan kenikmatan Gemi mengalir kemulutku, jepitan memek Bu Rika yang semakin menjadi dan spermaku yg kembali menyembur menembus memek Bu Rika. Sedangkan Aldo, memuntahkan seluruh spermanya kedalam dubur Bu Rika.

Kami berempat tertidur puas dilantai, kecuali Bu Rika yang masih diatas tubuhku. Kupeluk tubuh Bu Rika yang penuh keringat itu, kuciumi tubuhnya, dan kami tertidur saking lelahnya.

Baca Cerita Dewasa lainnya hanya di Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*