KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
Cerita Dewasa Nakal Bersambung

Curi-curi Kesempatan Ngentot Dengan Cewek Primadona Saat KKN Berlangsung

Kumpulan Cerita Dewasa & Cerita Nakal Terupdate 2017Cerita Nakal kali ini tentunya juga teman-teman sudah tahu bahwa lanjutan dari cerita nakal yang sudah kita baca sebelumnya yang berjudul Awal Cerita Saat Berbuat Mesum Di Tempat Posko KKN, dan kali ini admin situs Cerita69.co akan membagikan cerita nakal yang selanjutnya yang tidak kalah menarik untuk dibaca dan di hayati bersama yang berjudul Curi-curi Kesempatan Ngentot Dengan Cewek Primadona Saat KKN Berlangsung,.. dari judul nya aja kita udah bisa tahu ya kan.. ya uda dehh tanpa basa-basi kita mulai aja lanjutan cerita nya biar teman-teman gak makin penasaran lagi hihihi… ya uda siapin tissue basah nya ya.. yuk let’s go..

Baca Juga : Situs Poker Uang Asli Yang Terpercaya

Pada minggu ke 4, dia mendadak minta ijin pulang kepada ketuaku karena ada urusan keluarga dan aku dimintanya untuk mengantarkannya bertemu dengan orang yang akan menjemputnya. Spontan di jalan aku pun bertanya “emang dijemput siapa deh? Papah mamah mu?” dia pun membalas, sama pacarnya. Agak kaget tapi nggak begitu kaget juga karena dia 3 hari sebelumnya cerita ke aku kalau dia balikan lagi.

Aku pun merespon dengan jawaban santai, dia pun seolah merasa bersalah dan berkata “nggak apa kan aku dijemput pacarku?”, aku pun menjawab “ya nggak apa dong, toh kan yang jemput itu pacar kamu, dan kalau di sini kita pacaran, trus kalau udah balik atau selese KKN nya kita kembali seperti biasa ya kan?”.

Dia mengangguk sembari memeluk ku di jalan karena di jalan pedesaan ini sepi dan jarang kendaraan lewat, sesekali dia mengecup leherku. “Kamu mau pulang kok masih curi-curi sih”, balasku. Dia hanya cekikikan sambil memeluk semakin erat. dan akhirnya ya sampe juga ketemu dengan pacar nya itu, ya langsung aku balik lagi karna dia udah sama pacar nya kok..

Skip skip skip, 2 hari kemudian.. sore hari saaat aku sedang santai jalan-jalan di kompleks pedesaan tempat aku tinggal bersama temanku, si Tika menelponku “car, lagi sibuk nggak? Kamu lagi di mana?” tanya nya, “lagi jalan-jalan santai sih bareng anak-anak, ada apa?”, jawabku.

“jemput aku di tempat kemaren bisa nggak?” langsung sigap aku menjawabnya, “bisa dong kalau buat kamu”, sambil pake nada genit, “ih gombal, oke deh 10 menit lagi aku sampe kok, jangan lupa lho, muuaaachhh”. Tut tut tut . . . baru mau dijawab udah diputus teleponnya, ntah angin apa hari itu yang tiba-tiba si Tika telepon dan langsung saja aku berpamitan dengan teman-temanku dan aku langsung mengambil motor ayam jago standarku untuk menjemputnya.

Sesampainya di tempat kemarin waktu aku turunin dia karena pacar nya yang udah jemput itu, ternyata dia udah duluan dan sendirian, “lho kamu sama siapa kok sendirian?”, tanyaku. “tadi sama pacarku, dia udah pulang duluan”, jawabnya. “Ohh… udah lama?..” tanyaku lagi. “gak gitu lama kok baru sekitar 5 menitan..” balasnya lagi. Dalam hati ku “buset ini pacarnya geblek amat, kalau pacarnya ditinggal sendiri gini kalau digodain orang desa gimana, payah” dan kebetulan emang si Tika ini menjadi primadona di kalangan pemuda desa karena paras cantiknya. Akhirnya dia langsung kubonceng dan kita pun tancap gas.

Di perjalanan pun kita ngobrol-ngobrol “lho waktu tadi kamu telepon pas ada pacarmu?”, tanyaku, dia menjawab cekikikan “ya nggak lah, car, tadi dia lagi beli cemilan aku nunggu di mobil”. “kirain pas ada pacarmu kamu pas telepon tadi”, jawabku lagi, “takut ya? Hihihihi”, sambil dia nyubit pinggang ku.

Anjir, malah nantangin, “bukan takut sih, cuma main bersih aja kita”. Timpalku. “alah sok-sok an huuuuu, cubit lagi nih…” Balasnya. Dan kami pun begitu sampai setibanya di posko KKN. Dia pun bergegas langsung mandi dan aku pun masih ngumpul nonton tivi bareng teman-teman yang lain.

Lusanya cuaca pun mendung, kita berencana mau ke SD sekitar tempat kami KKN untuk sosialisasi terakhir kalinya, aku bangun terlambat dan dapat jatah mandi paling terakhir karena kamar mandi di rumah ini cuma 1, ada juga temanku yang buru-buru sudah biasa mandi di tetangga sebelah posko KKN kami. Dan entah disengaja atau nggak, si Tika juga kesiangan dan juga baru mandi setelah aku selesai mandi.

Pada saat Tika mandi pun aku tidak memikirkan hal yang lain selain siap-siap untuk acara sosialisasi ke skolah SD tersebut. Kami berdua ditinggal karena waktu pun sudah menunjukan pukul 9 pagi dan acara dimulai jam 9. 30 nya. Sesaat aku dan Tika sudah siap bergegas berangkat, tiba-tiba hujan pun turun lumayan deras, kami mengabari ketuaku datang terlambat.

Pertamanya ketuaku meyuruh kami untuk memakai jas hujan, namun aku teringat jas hujan ku dan punya Tika terbawa di motor temanku yang sudah berangkat. Ya sudah deh akhirnya ketuaku memaklumi dan mengatakan untuk tidak memaksakan kalau memang deras, kebetulan di sekolah SD nya pun juga hujan turun lumayan deras.

Aku dan Tika pun ngobrol-ngobrol biasa, bercanda kadang Tika suka cubit pinggangku, aku pun melontarkan pertanyaan “eh ini bapak sama ibu yang punya rumah kok nggak ada di rumah?.. Kok tumben pagi-pagi udah nggak ada di rumah”. “kata anak-anak tadi bapak ibunya pamitan mau ada acara di kota katanya, ada sodaranya nikahan”, balas si Tika.

lalu duduk kami berdekatan entah ada angin apa, aku pun membelai rambut nya yang wangi serta menciuminya karena memang dia habis shampoan. Aku pegang lembut pipinya dan dia pun berkata “aku nggak nyangka kita bisa gini”, aku pun bingung apa maksud dari perkataannya “maksudmu?”, jawabku singkat,

dia pun merebahkan badannya ke pelukanku dan menyandarkan kepalanya di bahu ku, “ya gimana ya, kamu baik, bisa ngertiin aku, perhatian tapi waktunya malah kaya gini, kamu itu beda banget sama pacarku yang suka ngekang aku, protektiflah, apa-apa nggak boleh”.

Aku paham arah pembicaraannya, aku balas, “lho kan tinggal diputusin aja gampangkan pacarmu?”. “nggak semudah itu, orangtua ku sama dia udah deket, begitu juga sodaranya, udah 3x selama KKN ini aku minta putus tapi dia nggak mau”.

Saat itu aku memperhatikan matanya berkaca-kaca, sambil aku belai rambutnya aku pun menenangkannya dengan gaya sok cool romantis gitu “ya udah, nggak apa, emang begini jalannya, kalau di sini kita emang gini, tapi kalau di kampus kita seperti biasa aja, kamu tahu sendiri kan aku juga udah punya pacar, semuanya pasti baik-baik aja kok, kalau jodoh emang nggak kemana”.

Dia pun makin menjadi tangisannya, tampak bedak di wajahnya luntur akibat air matanya. Aku pun mengusap air matanya dan menenangkannya. Dia menatapku dalam-dalam kemudian tanpa kita sadari bibir kami sudah bersentuhan entah ada angin apa Tika melumat bibirku dengan kencang. Aku pun membalas dan memainkan lidahku, dia juga nggak mau kalah..

“mmmmhh. . . mmmhhh . . ” tanganku pun sudah berada di buah dadanya yang masih terbungkus jaket KKN. Dia melepas ciumanku dan berbisik “di kamar aja” langsung saja aku bawa ke kamar cowok yang biasa digunakan tidur oleh temanku, aku lepas jaket Tika, dia mengenakan kemeja denim menurutku membuatnya tampak makin cantik.

Dia nyeletuk “kok diem aja?” dalam hatiku “wah ini anak emang bener-bener deh” langsung saja aku cumbu lagi bibirnya, aku lumat, aku mainkan lidahku, dia pun tak mau kalah juga membalas lidahku dan sesekali menyedotnya.

Tanganku pun sudah berada di atas balutan BH nya yang ukuran 34b (yang ini tanya ke doi akhirnya tau) dengan warna merah yang mengundang gairah. Langsung saja aku copot pengait BH nya dan nampak buah dada Tika dengan ukuran 34b nya itu, aku remas aku mainkan putingnya dia hanya melenguh “aahhh. . . enak car mmmhhhh” sementara bibir ku masih menciumi telinga dan leher nya.

Sekitar 15 menit aku mainkan buah dadanya dia seperti nya udah di ubun-ubun nafsunya “diemut car. . . diemut mmhhhh” tanpa komando pun aku juga sudah menjilati antara buah dada nya, lalu mengemut putingnya yang kecil berwarna coklat muda sembari tangan kanan ku memainkan dan meremas puting dan buah dadanya yaang kiri “iya caaaar, enak diemut mmmmhhhh. . . geli caaar, aaaahhhh. . . aaahh. . . ”

Saat itu juga tangan ku yang kanan pun sudah mengorek memeknya yang dibalut celana jeans ketat, aku merasakan memeknya sudah basah. Aku pun langsung mencopotnya dan nampak lah celana dalamnya yang berwarna merah juga, warna ini sungguh membuat ku nafsu.

Ku lepas baju dan celana ku serta celana dalam ku sehingga kontolku ku yang tidak besar dan tidak kecil ini mencuat dengan keras. Tika pun langsung menyergap kontolku ku dan menjilati nya serta di sedot nya, “ahhh caaar, enak caaar, sedot terus sayaaaang aahhh. . . ” celoteh ku.

Ku akui wajahnya yang cantik sambil mengemut kontolku ku ini sangat menggairahkan. Aku pun nggak diam aja, aku copot celana dalam Tika dan terlihat sebuah gundukan yang bersih terawat tanpa bulu sehelai pun di memeknya, hal ini membuatku semakin bernafsu.

Ku jilati memeknya sehingga posisi kita sekarang di posisi 69, sungguh nikmat sedotan si Tika. Ku jilati gundukan kecil di memeknya yang bersama klitorisnya sembari dia masih mengulum “adik ku” “aaahhhh. . iya sayaaaaang, jilat terus yang situ aaahh. . . mmmhhhh. . . ”

Sekitar 10 menit kita berada di posisi 69 lalu aku merebahkan tubuhnya di kasur lipat yang dibawa teman ku, aku ciumi bibir nya, lehernya, emut putingnya dan meremas buah dadanya “sayaaang mmmhhhh. . . terus caaar. . aaahh. . . ”

Saat aku gesek-gesek kontolku ku di memeknya dia menggelinjang keenakan, “ayo caaar di masukin mmmhhhh. . . ” agak sempit emang memeknya si Tika meskipun sepertinya sudah pernah melakukan seks, tapi itulah yang menjadikan nafsu ku untuk menggenjotnya terus, aku masukkan perlahan “pelan-pelan caaaar, mmmhhh. . . enak caar aaaahh. . . ”

Setelah sudah masuk semua batang kontolku ku genjot maju mundur pelan-pelan agar memek Tika terbiasa. Ku genjot pelan maju mundur dia pun sudah melenguh keenakan nggak karuan “caar terus caaar aahhh. . . punya mu mmhhhh. . . ” lalu kunaikan temponya dan dia semakin mendesah, menggelinjang “aaahhh. . aaahhh. . . terus caaar. . mmmhhh. . . enaaak aaah… aku milikmu aaahh. . . ” sambil dia melingkarkan kakinya erat ke pinggangku.

Setelah itu kita berganti gaya doggy style, aku merasakan cengkeraman memeknya semakin peret semakin nikmat untuk di genjot “yaaaang. . . aaaaahh. . aaaah. . . te. . . ruuus yaaang. . . ” Desahannya justru membuat ku semakin bernafsu, ku genjot semakin kencang dan dia semakin melenguh keenakan “caaaar. . . aku mau keluaaar. . . aaaaahh…” dan akhirnya aku merasakan cairan hangat mengalir di dalam memeknya. Ternyata dia sudah keluar duluan.

Aku biarkan dulu sekitar 2 menit untuk dia menikmati masa orgasme nya, lalu sekarang giliran dia yang diatas alias WOT. Di posisi ini dia justru semakin menjadi memeknya, dengan gerakan naik turunnya dan kadang di pelintir mirip dengan film bokep yang biasa aku tonton, nikmat sekali dengan cengkeraman memeknya nya yang masih lumayan seret dan kencang. “Terus pelintir sayaaang aaaah. . enaaak caaar. . . ” desahku.

Tanganku juga nggak mau kalah, keduanya Meremas dan memainkan puting coklat muda nya. “geliii caaar. . aaaah. . . aaah. . aaaahh. . . ” dengan gaya pelintir nya tadi membuat kontolku ku seakan ingin memuntahkan maninya karena emang sangking enaknya. “aku mau keluaaar yaaaang. . . ” dia pun juga membalas “barengan caaaar. . . kontol kamu enak banget aku mau keluaaar lagiiii aaaahh. . . ”

Dan selang beberapa menit kemudian aku pun udah nggak kuat menahan isi kontolku ku begitu pun Tika yang sudah mau keluar kedua kalinya, “caaar. . . terus caaar. . . aaaahh. . . mmmhhhh. . . akuuu miliik. . . muuuu. . aaaaahh…” akhirnya kami berdua pun keluar bersamaan dan Tika langsung lemas di pelukan ku.

Hari berganti dan terus berganti hingga tiba saatnya KKN kami selesai, semenjak kejadian itu sebelum tiba hari pelepasan dari kampus dan perangkat desa, Tika masih sering mengajak ku ya walau sekedar curi-curi cium, memainkan dan meremas buah dadanya.

Tika pun memeluk satu-satu temanku, dan pada saat memelukku erat sekali pelukan nya. Aku sudah tidak menghiraukan temanku yang lain, nampak air matanya menetes dari wajah cantik nya dan aku pun mengusap nya.

Saat tim kami akan menuju ke kecamatan untuk upacara pelepasan aku sengaja memacu kendaraan ku pelan agar bisa ngobrol lebih banyak lagi kama aku membonceng Tika. “sudah saatnya kita kembali ke kehidupan masing-masing, kamu yang aku kenal di kampus akan selalu aku kenal seperti kamu di sini, kita tetep usahakan komunikasi walaupun nggak sesering di sini, terimakasih untuk kebersamaan nya, semuanya yang kamu beri untuk aku”. Tika terdiam agak lama, memeluk ku erat, lalu dia juga membalas..

“terimakasih juga udah mau ngertiin aku, ngelindungin aku, kamu lebih dari yang aku duga, aku harap ini bukan perpisahan, di kampus mungkin aku nggak bakal bisa panggil kamu pacar, tapi di dalam hatiku kamu tetep pacar aku”. sambil dia mengecup leher ku saat perjalanan ke kecamatan.

Akhir cerita sampai saat ini kita masih sering ketemu di kampus karena kita sama-sama sedang menyelesaikan skripsi, meskipun kita hanya melempar senyum, ada maksud tersendiri dibalik senyuman nya, kita juga masih sering ngobrol tapi kita juga jaga jarak untuk pacar kita masing-masing.

Baca juga Cerita Nakal lainnya hanya di Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa & Cerita Nakal Terupdate 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*