KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
Cerita Dewasa Nakal Bersambung

Ketagihan Dipijit Oleh Adik Ipar Yang Masihlah ABG

Kumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017Cerita Dewasa Hot Ngentot terbaru sebelumnya yang berjudul Sedikit Memaksa Kakak Ipar Untuk Melayani Nafsu Birahiku, dan pada kesempatan kali ini situs Cerita69.co akan membagikan cerita dewasa terbaru yang tidak kalah seru untuk di baca dengan judul Ketagihan Dipijit Oleh Adik Ipar Yang Masihlah ABG,..

Baca juga :

* Panduan Bermain Capsa Susun Online

* PANDUAN BERMAIN BANDARQ ONLINE

* PANDUAN BERMAIN POKER ONLINE

Saya miliki seseorang istri berumur 31 th. yang mempunyai adik kandung masihlah lugu serta pemalu. Sebut saja namanya euis, baru berumur 17 belas th.. Euis yaitu adik ke 3 istriku. turut tinggal bersamaku lantaran menginginkan bersekolah di jakarta. Mertuaku di sukabumi.

Saya turut suka iparku tinggal bersamaku lantaran sekalian menanti serta mengurusi rumahku yang kosong cuma tinggal pembantu akibat kami berdua bekerja. Saya miliki kebiasaan serta kesukaan yang kubawa mulai sejak remaja. Yaitu suka di pijat. Nyaris satu minggu sekali orang tuaku memanggil tukang pijat langganannya, serta sekalian juga saya turut minta di pijat.

Tidak heran, sesudah menikah, minimum nyaris satu minggu 2 x saya senantiasa minta dipijat istriku. Saya juga miliki pembantu. Kadang-kadang pembantuku yang telah tua juga menolong memijat ketika istriku telah kelelahan. Istriku juga bekerja di bank swasta sebagai teller.

Kisahnya bermula dari satu hari saya pulang kemalaman lantaran lembur. Tubuhku merasa sakit sekali. Saya menginginkan sekali di pijat. Namun istri serta pembantuku telah tidur. Waktu itu saya saksikan iparku Euis masihlah belum tidur serta kerjakan PR sekolah SMA-nya di ruangan keluarga. Lantaran telah tidak tahan sakit semuanya tubuhku, saya cobalah minta tolong Euis untuk memijat pundakku.

Euis menurut saja lantaran memanglah dia taat denganku. Awalannya dia sangsi lantaran tidak pernah memijat orang. Lantas ku katakan : ” Tidak apa lah, Euis.. sembarangan saja!. yang utama sakit Aa hilang! ”. (Aa yaitu panggilanku). jadi Euis juga ingin mengerjakannya. Awalilah dia memijat sisi pundakku serta Saya tetaplah kenakan pakaian. Sekalipun saya tidak miliki fikiran beberapa macam lantaran saya menyukai istriku serta menghormati keluarga mertuaku.

Saya rasakan nyatanya pijitan Euis enak juga. Saya mulai menikmatinya. “Enak juga pijitan si Euis! ”, fikirku. Sesudah tubuhku agak lebih enak, saya minta Euis untuk hentikan pijitan serta ku minta dia untuk selekasnya kembali pada kamarnya.

Besok paginya saya katakan ke Istriku bila semalam tubuhku sakit sekali serta mohon maaf sangat terpaksa saya minta tolong Euis adiknya untuk memijatku. Istriku terlihat seperti umum saja lantaran begitu yakin bila saya tak akan beberapa macam ke adiknya.

Satu hari, saya rasakan kembali sakit pegal-pegal dibadanku. Mungkin saja lantaran rutinitas di pijat, lelah sedikit saja terasanya tidak hilang bila tak di pijat. Cepat-cepat saya bawa kendaraanku ke tempat tinggal malam itu. Waktu tiba dirumah, saya minta tolong istriku– yang memanglah umumnya telah pulang duluan– untuk memijat seperti umum. Namun dia katakan tengah lelah sekali serta tak mampu memijatku. Dia memohonku untuk bangunkan bu sumi saja, pembantuku. Namun bu Sumi telah tidur.

Saya lapor ke istriku jika bu sumi telah tidur. Mendadak istriku katakan : ” ya telah minta tolong saja sama euis, namun pijatnya disini! ”. (Di kamarku serta istriku)

Lantas saya memanggil euis yang kebetulan memanglah belum tidur. Istriku tiduran di sampingku, turut melihat bila saya tengah di pijat tanpa ada buka pakaian oleh adik kandungnya. sembari mengajari euis memijat serta bercakap, istriku lama-lama tertidur nyenyak.

Mulai sejak hari itu kebiasaanku berlanjut. Saya semakin kerap di pijat oleh Euis di kamarku. Di saksikan oleh istriku. Frekuensinya saat ini jadi semakin banyak Euis yang memijatku daripada Istriku sendiri. Sama-sekali tak terlintas fikiran kotor untuk beberapa macam lantaran Euis anaknya memanglah baik serta kuanggap masihlah kecil.

Saya juga kerap menasehatinya dalam agama walau saya juga bukanlah orang alim, lantas menasehatinya juga supaya hati-hati dalam bergaul agar tak ikut serta pergaulan bebas. Lama kelamaan saya semakin keenakan di pijat Euis serta mulai berani di pijat dengan buka pakaian. Akupun mulai berani minta di pijat dengan memakai minyak pijat seperti apa yang memanglah kerap dikerjakan Istriku.

Saya rasakan pijatan tangan euis memanglah tak kalah dengan pijatan istriku. Hingga sebagian bln. berlalu saya semakin ketagihan dengan pijatan Euis iparku. Ohya, Tidak lupa setiap saat di pijat, saya senantiasa memberinya duit Rp. 100. 000. Suatu hal yg istriku juga mengizinkan saya di pijat Euis lantaran lihat saya juga memberikannya duit.

Sampailah di satu malam yang hujan deras, istriku tengah tertidur nyenyak waktu saya baru tiba dirumah malam hari. Tubuhku pegal sekali. saya memohon euis untuk memijatku. Di dalam pijatan, saya rasakan mendadak nampak gairah menginginkan sekali terkait sex dengan Istriku. Namun istriku telah tidur.

Saya pusing sekali, mungkin saja lantaran gairah yang naik mendadak, saat ini saya jadi mulai terangsang oleh sentuhan pijatan Euis. Malam itu setan membawaku untuk mencari rangsangan lebih. Lantaran gairah sex ku tengah naik. Tidak seperti umumnya, saya yang paling-paling cuma minta di pijat dibagian kaki, kepala serta pundak tanpa ada buka pakaian. Kesempatan ini minta lebih… Saya minta Euis untuk memijat sisi dadaku!.

Awal mulanya Euis beberapa sangsi lantaran tidak umumnya saya minta pijat dibagian itu.

“Ayo is, tidak apa-apa sekali-sekali, tumben nih bagiaan ini (dada) Aa agak pegel banget! ”. Pintaku. Pada akhirnya Euis menuruti permintaanku. Saya menarik nafas dalam-dalam nikmati kulit tangan iparku yg dilumuri minyak tengah memijat peka dadaku untuk pertama kalinya. Saya jadi kerap menelan ludah malam itu. Sungguh saya semakin terangsang tiap-tiap telapaknya tentang sisi puting di dadaku.

“Euis.. ! ” Kataku. “Agak di-lama-in yah pijatnya dibagian itu. Setelah lagi pegal! ”. Kataku. Jam tunjukkan jam 23. 00. Usai telah pijatan Euis. Saya minta Euis untuk tidur ke kamarnya. Saya yg di keadaan gairah mencapai puncak, telah tidak kuasa lagi menahan. Ku bangunkan Istriku. Namun dia ogah-ogahan.

Seperti umum bila telah begini, saya miliki sedikit kelainan sex. Ku buka celana Istriku dalam keadaan dia tertidur, ku baringkan badan istriku dalam kondisi tengkurap, ku selesaikan hajatku malam itu dengan bermasturbasi menggejot-genjot pantat istriku yg terkadang pada akhirnya jadi terbangun serta menolong menggoyang-goyang pantatnya.. “Crooott…. Crooot…! ”, air maniku tumpah di pantat Istriku.

Saat selalu jalan. Setiap saat saya pegel, saya minta di pijat Euis, saya saat ini senantiasa minta dia berlama-lama memijat dibagian dada. Terlebih waktu istriku mulai tertidur. Makin lama saya semakin nikmati. Sensasinya makin lain. Dalam kondisi terpejam mata, saya mulai memikirkan aneh-aneh.

Ada satu hal yang membuatku heran, saat itu, waktu memijat dibagian dada, saya terasa Euis memperlambat serta memperlemah tangannya seperti mengelus berikan rangsangan. Saya telah tidak memperdulikan lagi rasa malu waktu putingku jadi membesar serta mengeras dibuatnya. Mungkin saja dia sudah mengetahui kalu saya terangsang.

Mataku tetaplah terpejam nikmati sensasi hebat itu seakan tidak paham apa yang di kerjakan oleh tangannya. Saya juga terasa tiap-tiap euis memijat sisi dadaku, nafas Euis juga turut semakin memburu serta seperti tersengal-sengal. Sesekali saya intip dari keremangan lampu kamar yg ku redupkan, payudara Euis semakin jadi membesar.

Makin lama setiap di pijat saya mulai miliki fikiran kotor. Nafsu telah menguasaiku. Saya menginginkan sekali Euis bukanlah saja mengelus dadaku, dalam khayalanku saya menginginkan dia dapat memainkan jarinya di putingku. Bahkan juga menjilatinya.

Saya mulai mikir-mikir, mencari-cari gagasan, bagaimana langkahnya supaya Euis dapat memainkan putingku dengan leluasa serta bebas, tanpa ada hadirnya istriku di sampingku seperti umumnya. Suatu hal keliaran yang tidak pernah terbayangkan. Adik ipar yang saya kasihani serta sayangi terlebih dulu. Masihlah remaja juga.

Di kantor saya jadi kerap terbayang-bayang pijatan serta elusan tangan Euis di dadaku. Sampailah Satu hari berniat saya pulang kantor duluan. Sekitaran jam 2. 30 siang di mana Euis umumnya memanglah telah pulang dari sekolah.

Hari itu nyatanya benar. Euis tengah melihat TV. Tanpa ada sangsi Saya minta Euis memijatku. Pembantuku di kamarnya tak berprasangka buruk sekalipun lantaran memanglah dia sudah mengetahui kebiasaanku yang di pijat Euis di kamarku. Lantaran pernah satu kali mereka bersamaan memijatku malam-malam. Siang itu Saya minta Euis untuk memijat lebih lembut lagi dibagian dadaku. Saya berniat tutup tirai serta memadamkan lampu supaya jadi lebih remang-remang walau matahari masihlah tinggi.

Siang itu Saya rasakan tangan Euis demikian leluasa serta bebas seakan berikan rangsangan ke dadaku tanpa ada takut di kenali kakaknya. Sepanjang di pijat Saya terasa Euis tak akan memijat dadaku namun seakan membelai-belainya. Saya semakin tak tahan. Lantas nekat saya katakan : “Euis, bisa pijatin puting Aa pakai jari-jari Euis tidak? ” Kataku nekat.

“Hah.. ? Bagaimana langkahnya, A? Kok pijat putingnya?, ” Tuturnya heran atau mungkin saja pura-pura heran.

“Aa paling sukai jika Teteh (panggilan istriku) pijatin puting Aa. Mudah kok!. ” Sembari ku pegang tangan serta tuntun jarinya untuk memberikan langkahnya. Tak tahu lantaran lugu, atau pura-pura tidak paham, dia menurut saja serta melanjutkan memainkan putingku dengan jarinya.

Saya katakan : “enak sekali, Euis. lebih pelan yah, namun tolong janganlah bebrapa katakan Teteh, ya! ”
“Memang mengapa, Aa? ”
“Gak apa-apa, cemas kelak Teteh geram serta salah kira “, kataku.
“Ya iya, Aa, Euis juga malu! ”. Tuturnya dengan muka lugu.
“Euis tahu tidak, Aa paling sukai bila dimain-mainkan gini putingnya. Teteh juga paling sukai bila di giniin putingnya, ” kataku.

Euis diam saja mendengarnya. “Gini Euis, sepertinya posisi Aa kurang nyaman deh, bagaimana jika Euis sembari tiduran juga pijatin puting Aa?, ” Pintaku. Tak tahu mengapa Euis menurut saja serta turut merebahkan badannya hingga saat ini saya berhadap-hadapan dengannya sembari tiduran.

Jarinya selalu saja memijat putingku. Saya semakin kehabisan akal sehat. Dengan nekatnya saya katakan : “Euis, sini Aa ajarin anda bagaimana langkahnya memijat puting Aa yang bener, lantaran bila langkah pijat Euis seperti gini lama-lama puting Aa jadi perih!. ” Kataku

Lalu ku teruskan kalimatku : “Tapi… Euis sendiri mesti merasakan di pijat!, kelak Aa ingin praktekin memijat Euis, agar kelak jika pijetan Euis semakin enak, Aa bakal kasih duit yg semakin banyak! ”.

“Maksud Aa? ”, bertanya Euis.
“Sini deh Aa segera pijetin Euis saja. Euis rasain saja! ”
“Ntar jika teteh tahu bagaimana? ”
“Ya janganlah kasih tahu dong, ini rahasia kita aja”. Kataku

Tanpa ada buang peluang saya segera nekat memijat telapak kaki Euis. Supaya dia tak segera berprasangka buruk. Saya pura-pura pijat dari telapak kaki agak lama. Trus menyebar ke betis. Lalu ku minta Euis untuk duduk. Lantas ku pijat dibagian leher, pundak serta kepala tanpa ada Euis buka pakaian.

Lama-lama sesudah Euis mulai terasa enak, saya mulai berani menggunakan minyak pijat. Saya mengawalinya dari sisi leher. Pelan-pelan serta sesekali kusentuh sisi bawah kupingnya, supaya dia terangsang. Saya pijat pelan-pelan serta lama-lama dibagian itu. Euis mulai nikmati serta tidak ada penolakan sekalipun. Trus saya mulai memijat turun ke sisi pundak belakang.

Dengan begitu hati-hati, jemariku mulai meraba memijat sisi pundak depan. Ku saksikan Euis semakin terlena, walau matanya terpejam, saya tahu dia tak tertidur. Supaya lebih leluasa tanganku memijat dari belakang, Saya coba memohon Euis untuk buka kancing pakaiannya.

“Euis…! Kancing pakaiannya buka satu ya!, agar Aa mudah pijat dada atas Euis!. ”
Dan… Euis menuruti!. ” Yess…! ”, sukanya hatiku!.

Jariku semakin alami penurunan memijat ke lokasi dada, dibagian atas payudara. Saya bisikkan kalimat untuk memohon euis selalu memejamkan mata serta nikmati musik lembut yg berniat saya putar.

Tanganku semakin turun memijat ke bawah. Seakan tengah berenang di dada dengan dengan style katak. Jari-jariku mulai rasakan sisi atas bukit payudara. Wow… Telah meninggi serta mengeras. Nafas Euis semakin tersengal-sengal. Makin ke bawah… Ke bawah… Dan…

Berikut peluang yang pas. saya sapu dengan lembut sisi paling vital di payudara seseorang perempuan. Begitu lembut sekali saya sapu putingnya dengan jemariku. Euis seperti tidak menampik sekalipun. Namun sedikit mendesis, seperti agak takut.

Lantaran tidak ada penolakan bermakna, ku sapu saja putingnya sekian kali. Tidak ada juga penolakan bermakna, pada akhirnya kumainkan selalu jari telunjukku diatas putingnya saja. Euis melipat bibir sinyal keenakan sembari sesekali menyapu bibir dengan lidahnya.

“Euis…”, bisikku. ” Yang enak bila kelak main-mainin puting Aa.. ya seperti gini!. Enak banget, kan? ”.

Euis mengangguk tanpa ada kalimat. Lidahnya sesekali keluar dari bibirnya.

“Euis ingin yg lebih enak lagi tidak? ” Kataku.
“Buka ya kancingnya semuanya”, kataku

Saya saksikan Euis telah terangsang sekali. Tak tahu lantaran lugunya, waktu kubuka semuanya kancingnya dia diam saja. Lantas ku buka juga BH-nya walau pernah sedikit menampik. Pada akhirnya ku rebahkan tubuh euis dengan posisi telentang, lantas saya mainkan jemariku diatas puting yg merah coklat muda itu.

“Euis tidur saja ya, nikmatin saja suatu hal yang paling dahsyat nikmatnya, euis tentu ketagihan deh! ”
“Euis ingin diapain Aa? ”
“Ssst…. Rasain yah”, sembari ku belai-belai rambutnya

Tanpa ada panjang kata lagi……

Ku jilati saja puting yang masihlah sebesar kacang hijau itu….!!!

Badannya menggelinjing. Ku mainkan ujung lidahku dengan lembut diatas putingnya. Euis mendesis seperti ular : “sssssstttt…. Eeeeeehhhh… Euuuuhh! ”

“Enak kan, Euiiiiis? ” Tanyaku

Euis diam saja. Matanya tetaplah terpejam kuat-kuat. Awalilah Ku jilati sekitar payudaranya, lalu turun ke sisi perutnya. Di pusarnya ku mainkan lidahku agak lama. Sembari tanganku meremas-remas payudaranya. Mulutku saat ini naik ke sisi lehernya.

Dia terlihat keenakan ku hisap-hisap setiap lekuk lehernya. Kembali ku hisap tiap-tiap pojok sisi peka di dadanya. Ku sedot di pangkal payudaranya hingga meninggalkan sinyal merah. Ya.. Saya berniat mencupangnya sampai ada 4 sinyal. Kulitnya kuning langsat nan bersih.

Saya jelajahi tiap-tiap lekuk-lekuk badannya dengan kecupan serta sedotan-sedotan lembut. Ku jilat serta ku hisap juga ketiaknya pelan-pelan sekali. Saya cobalah mengayati kesenangan tidak ada tara ini. Pada akhirnya ku cium bibirnya. Dia menampik tidak ingin. Saya selalu berupaya. Saya rangsang kembali di putingnya agak lama. pada akhirnya.. Euis pasrah menyerahkan mulutnya. Ku sedot dengan penuh penghayatan bibirnya.

Kuminta Euis keluarkan lidahnya. Tanpa ada sangsi ku kecup serta ku hisap lembut lidah gadis 17 th. itu. Saya telah lupa bila euis yaitu adik kandung istriku. Euis mulai lancar belajar berciuman denganku. Kuminta euis menyedot lidahku. Cuma dalam tempo sebagian menit Euis semakin pintar beradu sedot. Ludahnya tak berbau sekalipun. Pelan pelan jariku telah mulai meraba sisi bawah selangkangan. Namun dia senantiasa saja menepisnya.

Saya telah tidak kuat lagi. Lantas ku buka celanaku. Euis seperti ketakutan. “Ngapain Aa?, janganlah!, Euis takut! ”.
“Gak apa-apa Euis. Aa tidak bakal merawanin anda. Sungguh. Mari pegang miliki Aa saja! ”.

“Jangan Aa!, Euis takut! ”.
“Sumpah Aa tidak bakalan merawanin Euis, Aa ingin minta tolong di pijetin barang Aa. Pakai minyak pijat! ”

Euis seperti ingin nangis. Pada akhirnya dengan merayu serta sedikit paksaan, tangan Euis mulai berani memegang. Awalannya takut-takut. Lantas kuminta euis untuk memijat alat vitalku. Saya ajari mengocok dengan arti memijat.

“Ya gitu Euis… Aa hanya ingin Euis giniin Aa saja kok, Aa juga takut merawanin Euis. Jika Euis hamil kelak bagaimana! ”. Kataku.

Semakin lama Euis semakin tenang. Hingga semakin lancar mengelus-elus alat vitalku. Lantas saya ajari langkah mengocok alat vitalku. Sembari berciuman, saya selalu mengurut payudara euis dengan lembutnya. Namun saya terasa kocokan Euis belum cocok serta tak enak. Saya cobalah dengan beragam posisi tangan Euis. Tetap harus tak enak.

Lantas Saya minta dia nanti tidur tengkurap saja. Buka celana jeans namun tak buka celana dalam. Saya terangkan caraku masturbasi di pantat kakaknya. Cukup lama saya merayunya, pada akhirnya dia sepakat. Sebelumnya tidur tengkurap. Saya ciumi lehernya dari belakang. Lantas sesekali sembari mengisap lidah. Tanganku memijat payudaranya dari belakang. Saya telah tidak kuat lagi. Saat ini Ku minta dia tidur tengkurap saja.

“Maaf Euis, Aa ingin masturbasi di pantat Euis saja ya. Euis buka celana jeeans Euis namun tidak usah buka celana dalam. Aa pijam belahan pantat Euis saja. Aa tidak bakalan sodomi!. ”.

Lantas ritual kelainan seks-ku diawali. Ku jilati pantat Euis. Lantas pada akhirnya ku tindih pantat yang masihlah sekel itu. Saya tempelkan penisku di belahan pantatnya. Saya genjot pantatnya. Ku peluk badan Euis sembari tanganku meremas payudaranya dari belakang. Nyaris di ujung puncak orgasme, ku tingkatkan frekuensi genjotan. Serta :

“croooot… Crooot… Crooot…! ” Keluar air cintaku sangat banyak membanjiri sisi atas pantat adik iparku.

Dia kaget sekali. terasa aneh dengan cairan yang baru pertama kalinya diliatnya. Ku saksikan matanya memerah. Ya… Euis menangis, walau tangis tidak bertemura!. Mungkin saja dia menyesal mengerjakannya, terlebih menghianati kakaknya, fikirku. Akupun terasa menyesal juga waktu itu. Mengapa hingga dapat saya berbuat demikian hina pada adik iparku sendiri.

Namun namanya nafsu benar-benar sangat susah terbendung. Memanglah benar, perang paling besar didunia yaitu perang melawan udara nafsu. Serta saya kalah. Sesudah peristiwa itu saya tidak pernah pijat lagi. Serta Euis tidak ingin. Hingga di tiga bln. lalu, saya disuruh tolong oleh istriku mengantar duit ke tempat tinggal mertua di sukabumi dengan di rekani euis berdua saja.

Tak tahu setan apa kok mendadak kami telah berciuman di mobil. Tidak terduga sekalipun. Perang melawan nafsu tidak teratasi lagi, saya lagi-lagi kalah. saya luangkan singgah ke satu hotel di perjalanan. Kami ulangilah lagi momen yg sama, walau cuma check in 3 jam saja.

Mulai sejak momen itu, kami kerap bercinta tanpa ada lakukan coitus. Paling penisku di peting, di kocok, di jepitkan ke pantat, di jepit ke payudara, bahkan juga di oral. Akupun kerap meng-oral Euis lantaran dia sukanya memanglah di oral.

Sampai saat ini, euis tetap masih perawan. Euis telah kuliah di satu diantara perguruan tinggi atas biayaku. Dia belum ingin pacaran dengan orang lain walau banyak yang ingin. Euis juga jadi ketagihan untuk nikmati sex denganku, kerap mendadak dia meneleponku untuk mengajak “istirahat” di hotel.

Terlebih bila bukanlah minta dilayani keperluan seks-nya lewat cara masturbasi. Terdapat beberapa pria keren yang datang ke rumahku untuk mendekati Euis, saya kerap cemburu. Bila telah demikian nafsuku sukai naik, Umumnya saya lampiaskan dengan mengajak check in dia di hotel esoknya.

Untunglah saya masihlah dapat menahan diri tidak untuk memperawani nya. Namun tak tahu hingga kapan. Baca juga Cerita Dewasa hot terbaru lainnya hanya di Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*