KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
Cerita Dewasa Nakal Bersambung

Mama Mertua Kangen Padaku Lantaran Telah Lama Tidak Ngewe Denganku

Kumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017Cerita Dewasa Terupdate terlebih dulu yaitu berjudul Yang memiliki Toko Mainan Meraih Orgasme Berulang Kali Yang Sungguh Nikmat, serta pada saat ini website Cerita69.co bakal membagikan Cerita hot ngentot yg tidak kalah seru untuk di baca dengan judul Mama Mertua Kangen Padaku Lantaran Telah Lama Tidak Ngewe Denganku.

Baca juga :

* Panduan Bermain Capsa Susun Online

* PANDUAN BERMAIN BANDARQ ONLINE

* PANDUAN BERMAIN POKER ONLINE

Lazimnya kebiasaan tahunan untuk pulang mudik lebaran, saya berbarengan istri serta anak-anakku juga pada hari lebaran tempo hari turut mudik ke tempat tinggal mertuaku di kota P, Jawa Barat. ”Aduh sukanya Oma serta Opa bila kalian datang.. ”, kata ibu mertuaku sembari memeluk serta mencium ke-2 anak-anakku. Apa kabarnya, Pa? ”, kataku sembari menyalami Ayah mertua.

“Baik, Roy.. ”, jawab Ayah mertuaku sembari tersenyum.
“Apa Kabar, Ma? ”, kataku sembari menyalami ibu mertua.
“Mama baik, Roy.. ”, jawab ibu mertuaku sembari memeluk serta cium pipiku kiri kanan.
“Mama kangen.. ”, bisik ibu mertuaku saat mencium pipiku

Saya cuma tersenyum. Saya telah lama merajut jalinan cinta kasih dengan ibu mertuaku. Demikianlah, kami semuanya berkumpul serta melalui hari lebaran di kota P sepanjang 3 hari, serta sesuai sama rencanaku terlebih dulu, saya sekeluarga bakal selekasnya pergi menuju kota lain untuk bersilaturahmi dengan saudara-saudara yang lain besok harinya.

“Kalian bakal pulang kapan? ”, bertanya Ayah mertua pada istriku.
“Rencananya besok pagi kami bakal selekasnya ke Bandung, Pa.. ”, kata istriku.

Tampak muka ibu mertuaku beralih sembari mengambil pandang ke arahku.

“Kalian bakal kesini lagi tak? ”, bertanya ibu mertua.
“Sepertinya tak, Ma.. ”, jawab istriku.
“Kami dari Bandung kelak bakal segera pulang ke Jakarta.. ”, lanjut istriku.
“Ya bila demikian, kalian kelak malam mesti istirahat supaya kuat untuk jalan besok”, kata ibu mertuaku.

“Ya, Ma.. ”, kataku sembari bangkit berdiri.
“Mau kemana, Pa? ”, bertanya istriku.
“Aku ingin check keadaan mobil dahulu, Ma.. ”, jawabku sembari pergi meninggalkan mereka di ruangan keluarga.

Saat saya tengah mengecek keadaan mobil, ibu mertuaku datang hampiri. ”Roy.. ”, bertanya ibu mertua. ”Ya ada apa, Ma? ”, kataku.

“Mama kangen kamu. Apakah kamu juga kangen tak? ”, bertanya ibu mertua. Selintas kulihat istri serta anak-anakku masihlah mengobrol dengan Ayah mertua bersama sebagian saudara lainnya didalam.

“Saya juga kangen dengan Mama.. ”, kataku sembari memandang matanya

Ibu mertuaku tersenyum manis. Walaupun umurnya telah kepala empat, namun kecantikan serta kemolekan badan mertuaku itu masihlah terlihat terang di mataku

“Nanti sore atau malam, dapat tak bila kita jalan sebentar, Roy? ”, bertanya ibu mertuaku penuh berharap. ”Mm.. Kita cobalah kelak, Ma.. ”, kataku sembari tersenyum. Kami lantas sama-sama melempar senyum penuh arti. Lalu ibu mertuaku pergi serta masuk kedalam tempat tinggal.

Sore harinya.

Pa, Ibu ada butuh ke supermarket dahulu.. ”, kata ibu mertuaku pada suaminya. Emangnya ingin beli apa? ”, bertanya Ayah mertua. ”Mama ingin belikan suatu hal untuk anak-anak si Roy untuk di jalan besok pagi, sekalian Ibu ingin beli kepentingan Ibu.. ”, kata ibu mertuaku.

“Mama ingin pinjam dahulu si Roy ya, Sayang..? ”, kata ibu mertua pada istriku.
“Ya, Ma.. ”, kata istriku.
“Mana anak-anak? ”, tanyaku pada istriku.
“Udah pada tidur sore.. ”, kata istriku.

“Ya sudah, saya pergi ngantar Mama dahulu ya, Sayang.. ”, kataku sembari mencium kening istriku. Istriku mengangguk. Lalu saya serta ibu mertua segera pergi. ”Senang sekali Ibu dapat berduaan dengan kamu, Roy”, kata ibu mertuaku sembari menyeka pahaku.

Saya cuma tersenyum sembari melirik ke mertuaku yang tangannya mulai nakal naik serta masuk kedalam celana Hawaii-ku, lantas jarinya mulai mengelus selangkanganku. ”Sudah sebagian bln. Ibu tak rasakan.. ”, kata ibu mertua sembari mengusap-ngusap serta meremas kontolku yang telah mulai bangkit dari luar celana dalamku.

“Kita kemana, Ma? ”, tanyaku sembari rasakan desiran kesenangan saat tangan mertuaku meremas serta mengocok kontolku pelan.

“Ke Hotel umum saja, Roy.. ”, kata mertuaku.

“Iya, Ma.. Namun tangan Mama sudah dulu dong, ah.. nanti nih saya tak dapat jalan.. ”, kataku sembari tersenyum

“Hi.. Hi.. Iya deh.. ”, kata ibu mertuaku nakal sembari tertawa. Selang beberapa saat kumasukkan mobil ke pelataran hotel kelas melati di kota P itu. Sesudah check-in, selekasnya saya serta ibu mertuaku masuk ke kamar yang sudah ditetapkan.

“Mama begitu kangen, Roy.. ”, kata ibu mertuaku sembari memelukku erat sesudah didalam kamar.
“Saya juga kangen sama Mama kok.. ”, kataku sembari mengecup bibirnya.

“Mm.. Mmhh.. ”, gumam ibu mertua sembari belas melumat bibirku sesaat tangannya segera masuk kedalam celana Hawaii-ku, lantas masuk lagi ke celana dalam.

“Ohh.. Enak, Ma.. ”, bisikku ke telinganya sembari meremas buah dadanya yang besar.

“Mama senantiasa ingin dekat dengan kamu, Roy.. ”, bisik ibu mertuaku sembari menurunkan celana Hawaii-ku serta memerosotkannya sampai terlepas.

Akupun selekasnya melepas kaos yang kupakai serta celana dalam yang telah menggembung dari tadi. Sesaat Mama mertuaku juga sama melepas semua bajunya juga celananya sampai telanjang bulat.

“Sudah berapalamakah saya tak berbarengan dengan mama? ”, tanyaku sembari memeluk badan telanjang ibu mertuaku. Kontolku yang telah tegang serta tegak menyentuh-nyentuh bulu memek serta perut mertuaku. ”Sudah tiga bln. kamu tak kunjungi Mama, Roy.. ”, kata Mama mertuaku sembari memegang serta mengocok kontolku.

“Mama rasa-rasanya nyaris hilang ingatan tak dapat berbarengan sama kamu selama itu”, tuturnya lantas melumat bibirku. Lama kami berciuman sembari sama-sama usap, sama-sama raba, sama-sama remas badan semasing. Ohh.. Mmhh.. ”, desah ibu mertua saat tanganku menyeka belahan memeknya lantas jariku masuk ke lubang memeknya yang sangatlah basah.

“Royy.. Oohh.. ”, desah ibu mertuaku semakin keras saat saya turunkan kepalaku ke dadanya lantas kujilati puting susunya bertukaran sambil tangan serta jariku tetap masih memainkan memeknya.

“Royy.. Mama sudah tak tahan lagiihh.. ”, bisik ibu mertuaku sembari menggerakan pinggulnya bersamaan tusukan jariku ke memeknya.

“Setubuhi Ibu sekarang… ”, pintanya lirih sembari melepas diri dari pelukanku lantas dia berbaring di ranjang.

Saya tersenyum, lantas saya juga selekasnya naik ke atas ranjang serta kunaiki badan telanjang ibu mertuaku. ”Ayo segera kerjakan, Roy.. ”, tuturnya sembari mencapai kontolku lantas diarahkan ke lubang memeknya. Ibu tidak sabar sangat sih.. ”, kataku sembari tersenyum lantas kukecup bibirnya, lalu kutekan kontolku perlahan-lahan hingga pada akhirnya kontolku masuk semuanya kedalam memek mertuaku.

“Ohh.. Shh.. Enakk, Royy.. ”, desah mertuaku sembari menggoyang pinggulnya.

“Mama tak sabar lantaran telah lama tak memperoleh kesenangan dari kamu, sayang.. ”, bisik ibu mertuaku.

“Makanya saat Mama memperoleh kabar bila kamu akan tiba bertandang, hati Ibu begitu suka.. Ohh.. ”, lanjut mertuaku.

“Apalagi saat lihat kamu datang, gairah Ibu segera nampak.. Cuma saja Ibu tahan selalu.. ”, tuturnya sembari melumat bibirku.

Saya juga saat lihat Ibu menyongsong, segera ingin.. ”, kataku sembari selalu memompa kontolku di memeknya.

“Ohh.. Sangat nikmat, Royy.. ”, desah kesenangan keluar dari mulutnya.

“Setubuhi Mama lebih cepat, sayang.. ”, pintanya sembari mencengkram badanku erat.

Saya tahu bila Mama mertuaku nyaris meraih orgasmenya, jadi saya selekasnya mempercepat pompaan kontolku.

“Ohh.. Ohh.. Mama ingin keluarr.. Ohh.. ”, lenguhan panjang terdengar dari mulut mertuaku sembari memejamkan matanya. Serr! Serr! Lendir birahi ibu mertuaku menyembur dibarengi dekapan yang begitu erat di badanku.

“Rooyy.. Nikmat sekalii.. ”, desah ibu mertua sembari tubuhnya terkulai lemas.

Saya tersenyum lihat ibu mertuaku memejamkan matanya lantaran nikmati kesenangan yang tidak ada tara.

“Ma, balikkan tubuhnya dong.. ”, pintaku sembari mencabut kontolku dari memeknya.
“Apa, Roy? Nungging? ”, bertanya ibu mertua.
“Bukan, Ma.. Mama tengkurap saja”, kataku.

Ibu mertuaku menuruti apa permintaanku. Dia tengkurap sembari membuka kakinya agak lebar hingga memeknya terlihat merekah merangsang. Lantas kuarahkan kontolku ke lubang memeknya lalu kutekan sampai masuk semuanya.

“Mmhh.. Enak sekali, Ma.. ”, kataku sembari mengeluarmasukkan kontolku di memeknya.
“Ohh.. Roy.. Enak sekali.. ”, kata ibu mertuaku sembari menggoyangkan pantatnya.

Saya selalu mengeluarmasukkan kontolku sembari meremas-remas bongkahan pantat ibu mertuaku yang besar serta bulat. Sesekali kusentuh lubang pantatnya dengan jariku.

“Roy, kamu ngapain? ”, bertanya ibu mertuaku saat saya coba memasukkan sedikit ujung jariku ke lubang pantatnya.

“Nggak apa-apa, Ma.. Tapi enak kan, Ma? ”, tanyaku sembari tetaplah memompa kontolku di memeknya.

“Iya sih enak.. Tapi pasti jijik kan, Roy.. ”, kata ibu mertuaku sembari memejamkan mata saat kumasukkan jariku sedikit lebih dalam lagi ke lubang pantatnya.

Tidak lama kurasakan suatu hal yang menginginkan menyembur dari kontolku. Kupercepat gerakan kontolku sembari nikmati perasaan nyaman yang mulai bertambah di kontolku.

“Saya ingin keluar, Ma.. ”, kataku serak.
“Keluarkan di memek Mama saja Roy.. Agar enak.. ”, kata ibu mertua.

Croott! Crott! Croott! Air maniku menyembur banyak didalam memek ibu mertuaku. Kutekan kontolku dalam-dalam ke memeknya. Merasa kontolku berdenyut-denyut nikmat. Kudekap ibu mertuaku dari belakang tanpa ada melepas kontolku dari lubang memeknya.

“Nikmat sekali, Ma.. Memek Mama masihlah nikmat.. ”, pujiku.
“Makanya, sering-seringlah kamu kunjungi Mama supaya Mama dapat berikanlah semuanya kasih sayang serta kesenangan untuk kamu.. ”, bisik ibu mertuaku.

Sesudah beres-beres, saya serta ibu mertuaku selekasnya keluar dari hotel itu lantas menuju supermarket untuk belanja kepentingan yang diperlukan. Kulihat muka ibu mertuaku begitu cerah serta ceria. Begitu jauh tidak sama dari pada sebelum kami bersetubuh kian lebih 1 jam waktu lalu tadi. Usai belanja, kami lantas selekasnya pulang. Dirumah, ibu mertua serta saya berlaku seperti tak ada apa-apa yang sudah berlangsung diantara kami hingga tak ada yang berprasangka buruk.

Esok paginya saya sekeluarga selekasnya pergi menuju Bandung untuk berkunjung ke sanak saudara yang lain. Baca juga Cerita Dewasa lainnya hanya di situs Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*