KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
Cerita Dewasa Nakal Bersambung

Pemilik Toko Mainan Mencapai Orgasme Berulang Kali Yang Sungguh Nikmat

Kumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017Cerita Dewasa Terupdate kali ini merupakan kisah lanjutan dari Cerita Dewasa Terupdate sebelumnya yang berjudul Wanita Setengah Baya Yang Merasa Keenakan Dientot Meski Awalnya Melawan, dan pada kesempatan kali ini situs Cerita69.co akan membagikan Cerita Dewasa Terupdate yang tidak kalah seru tentunya dengan judul Pemilik Toko Mainan Mencapai Orgasme Berulang Kali Yang Sungguh Nikmat, hehehe udah gak sabar dengan kelanjutan cerita sebelumnya.. ya udah kita mulai aja langsung. yukkk…

Baca Juga :

* Panduan Bermain Capsa Susun Online

* Panduan Bermain Permainan AduQ Online

* PANDUAN BERMAIN POKER ONLINE

“Please.. Too.. Kerjai aku lagi Sayang! Perkosa aku sekarang juga!” racau Helga makin tak karuan. Kali ini jemari lentiknya menggantikan penis Anto bermain di sekitar kemaluannya. Digosok-gosoknya vaginanya yang semakin terasa gatal itu.

Helga benar-benar menginginkan penis Anto. Sambil mengelus-elus dan mengeluar masukkan jari tangan kanannya ke dalam vaginanya, ia terus menggelinjang dan merintih. Sementara itu tangan kirinya tak henti-hentinya meremas-remas payudaranya sendiri.

“Please.. Too.. Garap akuuhh.. Perkosa akuuhh.. Hamili aku! Perlakukan aku sesukamu Sayang!” racau Helga makin menggila. Anto terus menggoda Mbak Helga itu, sambil mengocokkan penisnya di hadapan Helga. Hal ini tentunya makin membakar gairah Helga. Dirinya semakin mendesis-desis dan menggeliat tak karuan.

Tak kuat melihat pemandangan menggiurkan di hadapannya, Anto langsung mendekati Helga, memeluk tubuh montok Mbak Helga itu dan menindihnya penuh nafsu. Bibir seksi Helga langsung menyambut pagutan panas pemuda itu. Dihisapnya lidah nakal Anto yang langsung menjilati seluruh permukaan bibirnya. Helga begitu menikmati sensasi permainan ini.

Ia semakin melupakan kejadian pemerkosaan tadi dan justru semakin dibuat menggila oleh pemuda itu. Tak terhitung lagi berapa kali lendir pelumas keluar dari dalam vaginanya yang semakin terasa panas bila bergesekan dengan paha atau penis Anto. Rupanya Anto pun menyadari hal ini. Ia telah berhasil membakar gairah Mbak Helga itu sepanas-panasnya.

Dan ia pun semakin tak sabar untuk mendorong masuk lagi penisnya ke dalam vagina Mbak Helga itu. “Aku nggak kuat lagi Sayang! Kumasukkan sekarang ya!?” pinta Anto sambil menciumi wajah Helga, sementara tangan kanannya mengocok penisnya yang telah menegang penuh tepat diantara selangkangan Helga yang mengangkang lebar.

“Gila kau Sayang! Kenapa nggak dari tadi? Aku juga sudah nggak kuat! Cepat masukkan Tooo! Ssshh..” racau Helga sambil mengangkat pinggulnya mengarahkan vaginanya yang merah basah, kontras dengan kulit putih mulusnya mendekati penis Anto yang menegang dipenuhi urat-urat.

Dan tak lama kemudian.. Blessssssshh.. Melesaklah penis itu ke dalam vagina Helga perlahan-lahan. “Ssshh.. Ooohh.. Teruusshh Sayang.. Mmmhh” bisik Helga sambil mulutnya menganga lebar dan matanya terbelalak, pertanda ia amat menikmati penetrasi itu.

“Mbak Helga e.. Nnngghh..” desah Anto menyertai gerakan pinggulnya mendorong masuk penisnya perlahan-lahan ke dalam vagina Helga. Ia amat menikmati setiap inci rongga vagina Helga yang dilewati penisnya. Vagina itu begitu kenyal, panas, basah dan terasa berkedut-kedut seakan-akan sedang memijat penisnya yang sedang berada di dalamnya.

Saat penisnya sudah berada penuh didalam vagina Mbak Helga itu, tanpa membuat gerakan apapun, keduanya menikmati sensasi demi sensasi yang mereka rasakan. Tanpa langsung mengocokkan penisnya, Anto menciumi seluruh bagian tubuh Helga yang berada dalam jangkauan bibirnya dan lidahnya.

Dipilinnya puting Mbak Helga itu dengan menggunakan giginya. Diseruputnya berulang-ulang puting itu penuh nafsu. Sesekali ia menyupang buah dada Mbak Helga itu, sehingga disana-sini meninggalkan garis merah yang kontras dengan warna putih kulit payudara Helga.

Keduanya semakin terbakar gairah, hingga di satu saat, keduanya tak kuat lagi menahan nafsu yang tertahan, tanpa dikomando oleh salah satu dari mereka, baik Anto maupun Helga membuat gerakan yang mengejutkan dengan sama-sama mengangkat pinggul mereka sejauh mungkin tetapi tanpa melepaskan ujung penis Anto, kemudian secara berbarengan kedua nya saling menghujamkan pinggul dan selangkangan mereka. “Aaahh yyhhaahh.. Ssshh..” teriak Helga saat penis Anto melesak masuk dengan cepat ke dalam vaginanya dan mentok menabrak dinding rahimnya.

“Ggghhaahh.. Oooffhh.. Mmmhh..” racau Anto tak kuat menahan suaranya sendiri. Kemudian keduanya langsung saling berlomba mengayunkan pinggul mereka. Anto yang sudah menahan nafsu sejak tadi langsung memompa vagina Helga secepat mungkin. Begitupun dengan Helga , ia mengangkangkan selebar mungkin pahanya yang putih mulus dan mengimbangi gerakan pinggul Anto dengan sedapat mungkin menyambut penis pemuda itu dengan vaginanya bila ia merasakan pinggul Anto bergerak ke arahnya.

Keduanya langsung saja saling berlomba untuk memberikan yang terbaik buat pasangannya dan saling mengejar meraih kenikmatan. Ruangan itu pun langsung dipenuhi suara erangan kenikmatan keduanya diiringi decak becek dari vagina Helga dan sayup- sayup terdengar suara hujan yang makin lama makin deras sehingga semakin menimbulkan hawa dingin yang justru makin membuat keduanya terbakar nafsu. Helga begitu menikmati permainan pinggul Anto. Jujur saja dalam hatinya ia mengakui bahwa permainan pemuda itu begitu hebat sampai-sampai terkadang ia tak sempat mengambil nafas.

Anto mengayunkan pinggul begitu cepatnya seakan-akan ia sedang diburu-buru oleh suatu hal sehingga ia ingin cepat-cepat mengakhiri permainan ini. Erangan Helga yang terbata-bata akibat serangan goyangan pinggul Anto yang begitu cepatnya justru semakin membakar Nafsu Anto. Ia begitu menikmati saat memandangi wanita yang sedang disetubuhinya itu mengerang tak jelas dan kadang-kadang meneriakkan umpatan kasar dan jorok yang secara tak sadar keluar dari mulut seksi Helga yang sedang diperbudak oleh gairah.

“Ooohh.. Masukkan penismu lebih dalam Sayang! Puaskan dirimu! Perkosa aku! Hamili Aku! Aaahh.. Aahh.. Yyyiiaahh.. Mmmhh.. Ooohh.. Ttterrusshh.. Yyyaahh.. Therusshh.. Nnngghh.. SSsshshh..” racau Helga sambil kedua tangannya mempermainkan dan meremas payudaranya sendiri.

“Ooohh.. Mbak Helga .. Mmmhh.. Tannttee.. Nikmat banget Sayang! vaginamu nikmat banget Mbak Helga !!” racau Anto terbata-bata. “Ttterruusshh.. Yyyiiaahh.. Mmmhh.. Perkosa aku! Aku pelacurmu Tooo.. Puaskan dirimu! Ayoohh..” Helga semakin menggelinjang tak karuan dan semakin menggila oleh nafsu.

“Ayoo Sayang.. Hamili aku! Perkosa aku! Aku budakmu Sayang! Teruss.. Ohh.. Ooohh.. Ghhaahh..” Mereka bermain dengan posisi Helga mengangkang lebar-lebar dengan kakinya bertumpu pada rak mainan di kanan kirinya sambil kedua tangannya terus bergerilya ditubuh Anto atau tubuhnya sendiri meremas-remas buah dadanya dan menjambaki rambutnya sendiri. Sedangkan Anto terus bertahan diatas tubuh Mbak Helga itu dengan lutut yang bertumpu ke lantai dan mulutnya yang terus mengecupi seluruh bagian tubuh Helga yang bisa dijangkaunya.

Pinggulnya terus memompa vagina Helga dengan tempo cepat sehingga keduanya benar-benar bermandikan keringat. Sesekali Anto menjilati tubuh Mbak Helga itu yang basah oleh keringat. Dijilatinya dengan keringat yang bercampur dengan aroma parfum dari tubuh Mbak Helga itu. Mereka bertahan dengan posisi itu selama beberapa menit sampai akhirnya Anto merasa pegal di kedua lututnya karena terus menumpu bobot badannya.

Tak lama kemudian Anto mengajak Helga untuk berganti posisi yang langsung disetujui oleh Mbak Helga itu. Kali ini Helga lah yang menentukan posisi permainan mereka. Ia langsung mendorong tubuh Anto agar berbaring dilantai yang dingin itu, kemudian Mbak Helga itu langsung menggenggam erat penis Anto, dikocok-kocoknya sebentar, kemudian dijilatinya penis yang basah dilumuri oleh lendir dari vaginanya sendiri. Helga begitu menikmatinya. Dijilatinya hingga tak ada lagi sisa lendir dari vaginanya yang menempel di penis Anto. Pemuda itu makin terangsang oleh permainan Helga.

Ia benar-benar menikmati pemandangan Helga yang sedang menjilati lendir dari vaginanya sendiri tanpa rasa jijik. Sepertinya Mbak Helga itu benar-benar haus akan kenikmatan. Tak ada bagian dari batang kemaluan pemuda itu yang luput dari garapannya. Sampai-sampai terkadang pinggul Anto dibuatnya mengangkat bila lidahnya bermain menjilati bola kembar milik Anto dan menjilati lubang anus Anto.

Setelah penis Anto bersih dari lendir kenikmatannya, Helga langsung berdiri, memutar, mengambil posisi berlawanan dengan Anto, kemudian ia berjongkok dengan posisi pantat dan vaginanya tepat dihadapan wajah pemuda itu. “Jilati Sayang! Puaskan rasa hausmu! Ssshh..” pinta Helga penuh nafsu.

“Mmmhh.. Harum banget Mbak Helga ! Sssllrrpp..” bisik Anto sambil memulai permainannya menjilati vagina dan anus Helga yang berjonkok tepat diatas wajahnya. “Aaahh.. Ssshh.. Nikmatt Tttoo!! Terrusshh.. Iyyaahh.. Mmmppffhh..” racau Helga.

Jemari Anto ikut memainkan vagina Helga , sehingga sesekali Helga menjerit kecil bila ia merasakan 1, 2 atau 3 jari Anto masuk ke dalam vaginanya. “Aawww.. Nakal kamu Too!!” Jerit Helga saat ia merasakan Anto menggigit klitorisnya. Dan.. Seerr.. Langsung saja vaginanya bergetar hebat dan Helga pun mendapatkan orgasme entah keberapa kalinya, Mbak Helga itu pun semakin merem melek dibuai permainan Anto.

Anto yang menyadari bahwa Helga baru saja mendapatkan orgasmenya langsung mencaplok vagina dihadapannya, dijilati dan dihisapnya kuat-kuat berharap agar ia pun mendapat jatah lendir kenikmatan yang keluar membanjiri vagina Mbak Helga itu.

“Aaahh.. Ggghaahh.. Gellii Sayang! Ampun! Ooowww.. Mmmhh..” racau Helga, karena ia merasakan kegelian dan kenikmatan yang amat sangat saat Anto menghisap-hisap dan menjilati vaginanya yang baru saja merasakan orgasme itu.

Vaginanya semakin berkedut-kedut tak karuan. Helga memejamkan matanya erat-erat menikmati perasaan yang membuatnya melayang itu. Ditengah-tengah buaian orgasmenya, antara sadar dan tak sadar ia merasa ingin kencing dan tak kuat untuk menahannya.

Perasaan kebelet kencing itu benar-benar mendadak dan tak tertahankan, sampai-sampai.. “Sebentar Sayang! Ahh Stopp!” pinta Helga sambil mengengkat pinggulnya menjauhi wajah Anto yang sedang didudukinya itu. “Kenapa Mbak Helga ?” Tanya Anto keheranan.

“Aku..” Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba.. Serr.. Keluarlah air kencing Helga dari dalam vaginanya langsung menyembur wajah Anto hingga pemuda itu basah kuyup. “Ahh.. Maaf!” ujar Helga benar-benar merasa tak enak.

“Wow.. Mmmhh..” Rupanya kejadian itu justru membuat Anto kegirangan dan langsung saja mencaplok vagina Helga yang masih mengangkangi wajahnya dan sedikit-demi sedikit masih meneteskan air kencingnya. Diraup dan diteguknya cairan yang masih menetes itu langsung dari sumbernya. “Hei! Itu jorok kan!? Mmmhh.. Aaahh..” desis Helga sambil menahan geli karena tak henti-hentinya mulut Anto menyedot-nyedot vaginanya.

“Jorok? Nikmat banget Sayang! Mbak Helga mau?” ujar Anto sambil berusaha bangun setelah mengecup kecil klitoris Helga, langsung mendekati wajah yang keheranan Mbak Helga itu. “Hmm.. Kayaknya nikmat juga deh! Sini Sayang!” pinta Helga sambil menarik wajah Anto dan langsung menjilati seluruh bagian wajah itu.

Bahkan ia sempat mencaplok dan menyedot sisa-sisa air kencingnya yang dikulumkan oleh Anto untuknya. “Hhh.. Nikmat Sayang! Aku benar- benar dibuat gila olehmu Sayang!” racau Helga sambil terus menjilati sisa-sisa air kencingnya sendiri yang membasahi dada dan leher Anto.

Dalam hatinya ia mengakui kelihaian pemuda itu dalam membuai nafsunya. Belum pernah ia diperlakukan seperti ini oleh siapapun, terlebih suaminya yang seringkali tak pernah membuatnya puas seperti saat ini. Setelah puas menjilati wajah, leher dan dada Anto yang berlepotan dengan air sisa-sisa air kencingnya sendiri itu, Helga langsung bangkit berdiri, kemudian mengambil posisi mengangkangi penis Anto yang masih menegang dengan gagahnya. Anto yang terlentang di lantai memandangi tubuh montok Helga yang membelakanginya dan saat ini tengah mengarahkan selangkangannya tepat diatas penisnya.

Dipandunya pinggul Mbak Helga itu dengan memegangi bongkahan pinggul Helga agar segera melesakkan vaginanya dihadapan penis Anto. Pemandangan dihadapan pemuda itu begitu menggiurkan. Bongkahan pantat yang putih mulus, selangkangan yang sedang mengangkang lebar dan perlahan-lahan turun mendekati penisnya, dan lubang anus yang kemerahan, kontras dengan kulit putih mulus Helga. Tak henti-hentinya Anto menelan ludahnya sendiri. Ia benar- benar tak sabar untuk menyatukan raga bagian bawah mereka lagi.

Dan tanpa diduga, ternyata Helga memang sengaja mempermainkan Anto. Ia tak langsung membiarkan penis dibawahnya itu melesak masuk ke dalam relung vaginanya. Diputar-putarnya pinggul montoknya tepat di atas penis Anto, hingga terkadang vagina atau lubang anusnya bergesekan dengan kepala zakar milik Anto, yang semakin membuat Anto melenguh dan menggelinjang tak karuan. “Ayo Mbak Helga! Jangan nakal gitu dong!” bisik Anto tak sabar.

“Biar tahu rasa kau! Ya gitu itu nggak enaknya kalau digodain Too! Biar sekalian kamu tahu kalau aku juga bisa nakal Sayang! Kerling Helga. “Wah, Mbak Helga nakal banget sih! Sini kupukul pantat montoknya!” ujar Anto sambil kemudian menampar gemas bongkahan bokong Helga. Plakkkk’..

“Aawww.. Ssshh..” teriak Helga kaget. “Ok deh kalau sudah nggak sabar gitu!”. Cepetan Mbak Helga! Aku sudah mulai gila nih!” rujuk Anto sambil mengelus-elus bongkahan kanan pantat putih yang sekarang memerah akibat tamparan gemasnya tadi.

“Hhh.. Biar tahu rasa kamu Sayang!” ujar Helga sambil menggeraikan rambut ikalnya kekiri, kemudian dengan tangan kanannya masih berpegangan pada rak, tangan kirinya menggenggam penis Anto yang semakin menegang dan dipenuhi urat-urat itu kemudian membimbingnya melesak perlahan-lahan masuk ke dalam belahan vaginanya. Blleesshh.. “Ooohh.. Ssshh..” desah Helga penuh kenikmatan.

“Mmmhh.. Terusss Mbak Helga.. Nikmat dan hangat!” bisik Anto sambil meregangkan kakinya lebar-lebar dan semakin menyorongkan pinggulnya mendekati selangkangan Helga. Helga terus menekan selangkangannya menerima hujaman penis Anto dari bawah. Badannya membelakangi tubuh Anto. Kepalanya menunduk menahan rasa nikmat yang menggelora dibagian selangkangannya.

Kali ini kedua tangannya berpegangan pada rak disampingnya. Tubuhnya berjongkok sambil sedikit memutar pinggulnya berharap agar setiap sisi relung vaginanya dapat tersentuh oleh denyut penis pemuda itu. Bola matanya nyaris berputar ke belakang dan tak henti-hentinya ia menggigit bibirnya sendiri sambil mengeluarkan suara desah kenikmatan. Setelah Helga merasakan kepala zakar Anto sudah membentur mentok dalam vaginanya, masih dalam posisi berjongkok ia terdiam, menikmati sensasi yang dirasakannya jauh dalam liang kewanitaannya itu.

Denyut demi denyut yang dirasakannya dari penis Anto benar-benar membuat dirinya semakin terbuai akan kenikmatan itu sampai-sampai ia bisa saja nyaris tertidur dalam kenikmatan. Hingga tiba-tiba Anto menepuk bongkahan kanan pantat, dan meminta Helga agar mengangkat pantatnya.

“Naikkan sedikit pantatnya Mbak Helga!!” pinta pemuda itu sambil mendorong pantat Helga. Gerakan itu otomatis membuat penis Anto yang sedang tertancap jauh dalam vagina Helga menjadi sedikit tercabut sampai bagian kepala penis Anto.

Sehingga menimbulkan gesekan yang membuat keduanya melenguh kenikmatan. “Mmmhh.. Nikmat Sayang!” bisik Helga sambil merasa tak rela karena kenikmatannya terganggu. Tetapi ia langsung mengerti bahwa pemuda itu pasti hendak berbuat sesuatu yang lebih liar pada dirinya. “Ssshh.. Sabar! Sebentar Sayang!” bisik Anto menenangkan Helga.

Setelah Anto merasakan posisinya pas ia melepaskan pegangannya pada bokong Mbak Helga itu, kemudian kedua lengannya bertumpu pada lantai, dan dengan kaki yang sedikit dibuka ia mengayunkan pinggulnya ke atas. Blesshh…… penisnya langsung menyeruak masuk ke dalam vagina Helga yang terpampang tepat diatasnya.

Tepat setelah penis yang menegang penuh dan dipenuhi urat menonjol itu menghentak mentok bagian dalam vaginanya, Anto langsung mencabutnya sedikit, kemudian mulai mengocoknya dengan tempo yang cepat dan konstan. Keduanya langsung merasakan kehangatan dibagian selangkangan mereka. Helga mendesis seperti orang yang sedang kepedasan. Kepalanya membanting-banting liar menggeraikan rambut ikal kemerahannya.

Ia terlihat semakin binal dan liar. “Yiiaahh.. Ssshh.. Terush Sayang! Terus!” teriak Helga saat menerima kocokan penis Anto dalam vaginanya. Sementara tubuhnya tergoncang- goncang naik turun dengan tangannya tetap berpegangan erat pada rak mainan.

“Ohh.. Nikmat Mbak Helga! vaginamu nikmat! Terus Mbak Helga ! Puaskan dirimu! Ssshh..” desis Anto sambil terus mengocok vagina Helga dan mengimbangi gerakan naik turun Mbak Helga itu. “Terus To! Hamili aku! Perkosa aku! Jadikan aku pelacurmu Sayang! Yaahh.. Yiiaahh.. Nngghh.. Ohff..” teriakan Helga makin tak beraturan.

Ia semakin mempersetankan semuanya. “Mbak Helga ! Mbak Helga ! Terus Mbak Helga ! Nikmat banget Mbak Helga !” racau Anto. Mereka terus bertahan dalam posisi itu sampai kira-kira 10 menit, kemudian Anto meminta Helga menungging sambil tetap membelakangi dirinya.

Helga mengerti keinginan pasangannya itu. Ia pun amat menikmati bersenggama dengan posisi doggie style. Ia langsung menungging membelakangi Anto, dibukanya lebar-lebar kedua kakinya, kemudian ia menoleh ke belakang menatap Anto sambil menyibakkan rambutnya. Pemandangan itu terlihat seksi sekali bagi Anto.

Dihadapannya kali ini terpampang seorang Mbak Helga yang terbakar gairahnya, sedang membuka lebar-lebar pahanya, vaginanya yang baru saja dikocoknya itu terlihat merah merekah dan sedikit membengkak.

Lubang anus Helga terlihat juga ikut berkedut-kedut, mungkin akibat kocokan penisnya pada vagina Mbak Helga itu. vagina Helga terlihat mengeluarkan lendir putih yang menggiurkan, pertanda Mbak Helga itu sudah benar-benar terangsang dan ingin segera dipuaskan. Mata Helga yang sayu menandakan ia ingin segera digarap dan dipuaskan.

Anto yang juga ikut bangkit dari posisinya semula, memegangi pinggul Mbak Helga itu dari belakang. Ia bahkan sempat menjilati vagina Helga yang dilumuri lendir putih. Ditelannya cairan kenikmatan itu dengan panuh nafsu. “Aawww..” teriak Helga saat pemuda itu melumat vaginanya dan menyedotnya penuh nafsu. Setelah Anto puas dan merasa vagina Helga sudah bersih dari lendir pelumasnya, ia langsung bangkit dan mendekatkan penisnya pada pada vagina Helga.

Dibimbingnya penis yang menegang penuh itu agar sedikit melesak masuk dibelahan vagina Mbak Helga itu. Helga semakin tak sabar untuk segera menerima kocokan penis Anto di dalam vaginanya yang terasa semakin berdenyut tak karuan itu.

Ia mendorong-dorongkan pinggulnya kebelakang, berharap agar penis Anto segera menyeruak ke dalam vaginanya. Anto yang juga sudah tak sabar untuk memasukkan penisnya lagi ke dalam vagina Helga langsung mendorongkan pinggulnya ke depan, dan…. Blleesshh….. “Mmhh.. Nikk.. Mmatthh..” bisik Helga lirih. “Ohh Mbak Helga !” Anto pun tak mampu berkata apa-apa. “Nngghh.. Nikmat banget Sayang! Aku suka!” bisik Helga sambil menundukkan kepalanya hingga rambutnya jatuh terurai ke lantai.

Anto kembali mengayunkan pinggulnya perlahan. penisnya keluar masuk vagina Mbak Helga itu perlahan-lahan, dan menyebabkan vagina Helga yang terasa masih seret itu sesekali ikut tersedot keluar, kemudian saat Anto mendorong penisnya masuk, vagina itu melesak masuk ke dalam. Benar-benar pemandangan yang menggiurkan. Mereka bermain dalam tempo yang lambat.

Helga pun tak henti-hentinya meracau dan terkadang mulutnya yang seksi itu mengeluarkan sumpah serapah dan kata-kata kotor lainnya. “Terus To! Hamili aku gigoloku! Oohh.. Nnngghh.. Gila penismu nikmat banget Sayang!” racau Helga.

“Yiiaahh Mbak Helga ! vaginamu benar-benar gila! penisku bisa-bisa nggak mau lepas nih! Ohh.. Ssshhtt” teriak Anto sambil sesekali menampari bokong Mbak Helga itu dengan gemasnya. Plak, plak.. “Puaskan dirimu Tooo! Aku pelacurmu! Keluarkan spermamu dalam vaginaku Sayang! Ooohhff.. Nngghh..” Helga semakin menggila.

Lama-kelamaan ayunan pinggul mereka semakin cepat, seakan-akan ada sesuatu yang dikejar. Teriakan dan desis keduanya berubah menjadi lenguhan. Keringat mereka bercucuran disana sini. Terkadang Anto pun menjilati punggung Helga yang dibanjiri keringat itu. Pegangan Anto pun berpindah dari pinggul Helga ke pundak Helga.

Tangan kanannya memegang erat pundak Mbak Helga itu, sementara tangan kirinya menjambak rambut ikal Helga. Ia terlihat memperlakukan Mbak Helga itu dengan liarnya. Pinggulnya mengayun dengan cepat. Suara liar mereka berpadu dengan decak becek yang timbul dari kocokan penis Anto pada vagina Helga. Bola mata Helga nyaris berputar kebelakang saking nikmatnya.

Rasanya belum pernah ia diperlakukan sebegini liarnya oleh siapapun. Ia pun benar- benar dilupakan akan statusnya sebagai ibu dari anak-anaknya dan istri dari suaminya. Ia bahkan mempersetankan suaminya. Ia ingin terus diperlakukan seperti ini oleh pemuda yang baru saja dikenalnya ini. Ia tak ingin kembali ke pelukan suaminya yang lebih sering membuat vaginanya terasa geli daripada nikmat. Helga benar-benar semakin mempersetankan segalanya.

Tiba-tiba ia merasakan vaginanya berdenyut tak karuan, selangkangannya pun bergetar gila-gilaan. Ia sadar bahwa dirinya akan merasakan orgasme atau bahkan multi orgasme. Sesuatu yang teramat jarang dirasakannya bila sedang bersama suaminya.

Sebenarnya ia tak ingin mendapatkan orgasmenya cepat-cepat, tetapi hati kecilnya menginginkan sesuatu yang teramat jarang didapatkannya itu. Teriakannya pun semakin liar. Goyangan pinggulnya semakin tak karuan.

Dan ia pun menyadari bahwa ayunan pinggul Anto semakin menggila dan lebih cepat dari sebelumnya. Membuatnya tak sempat untuk meminta pemuda itu agar memperlambat ayunannya, bahkan untuk menarik nafas pun terasa sulit. “mbaa.. aak aku mau keluar nih!” teriak Anto.

“Oh, yah.. Terus Sayang! Keluarkan didalam saja! Hamili aku! Beri aku anakmu Sayang! Teruusshh..!” Helga pun semakin tak dapat menahan orgasmenya sampai tiba-tiba.. vaginanya berdenyut hebat dan selangkangannya terasa bergetar gila-gilaan lagi, ia pun sadar bahwa ia tak akan mampu menahannya. Helga pun pasrah menerima kocokan demi kocokan penis pemuda itu dalam vaginanya.

Begitupun halnya dengan Anto yang juga sudah mendekati puncaknya, ia mempercepat ayunan pinggulnya mendorong keluar masuk penisnya dalam vagina Helga, sampai tiba-tiba.. Pinggulnya menegang, seakan-akan memompa sesuatu yang akan meledak dari dalam selangkangannya. Ia bahkan sempat melihat Helga menghempaskan rambutnya kesamping.

Pemandangan itu benar-benar seksi. Dan…..Croott…. Meledaklah larva panas dari dalam saluran sperma Anto. Memuntahkan bermili-mili liter air mani yang panas ke dalam vagina Helga. “Nnngghh.. Oohhff.. mbaaa.. aak.. Hhh..” lenguh Anto sambil menghujamkan penisnya dalam-dalam ke dalam vagina Helga. Helga yang merasakan semburan lahar panas dalam vaginanya semakin tak dapat menahan orgasmenya.

Selangkangannya yang sejak tadi bergetar hebat dan vaginanya yang berdenyut gila-gilaan mencapai suatu titik yang membuatnya tak dapat menahan suaranya sendiri. “Aaahh.. Ggghhaahh..” teriak Mbak Helga itu sambil menekankan dalam- dalam vaginanya dengan penis Anto.

Ia pun mungkin tak sadar bahwa teriakannya memenuhi ruangan gudang itu. “Ohh terus Mbak Helga! Terus Sayang!” teriak Anto yang menyadari Helga baru saja mencapai orgasmenya. Ia terus menekan dan menempelkan erat-erat penisnya agar semakin melesak masuk ke dalam vagina Helga. Keduanya merasakan denyut yang gila-gilaan pada raga bagian bawah mereka.

Mereka benar-benar menikmati sensasi yang baru saja mereka rasakan. penis Anto terus berdenyut-denyut memompa sisa-sisa air maninya ke dalam vagina Helga. Begitu pun vagina Helga, terus bergetar dan berdenyut tak karuan. Mereka bertahan dalam posisi doggie style seperti itu sambil terus menikmati sisa-sisa orgasme yang seakan-akan tak akan hilang dari raga bagian bawah mereka. Helga merasa lemas pada bagian lututnya. Ia tak sadar bahwa ia telah bertumpu pada posisi seperti ini dalam waktu yang cukup lama.

Selain itu, ia baru saja mendapat orgasme yang sanggup melemaskan seluruh persendiannya. “Lepas dulu Sayang! Lututku pegel nih! Pelan-pelan tapi ya! Aku sebenernya nggak ingin lepas,” pinta Helga pada Anto yang masih menancapkan kejantanannya pada lubang vagina Helga.

“OK Mbak Helga !” bisik Anto sambil mencabut penisnya yang sudah mulai melemas tetapi tetap terlihat besar itu. “Ssshhtt.. Ooohh..” desis Helga saat Anto mencabut penis yang menancap dalam vaginanya. Ada perasaan geli yang bercampur nikmat saat perlahan-lahan penis pemuda itu tercabut dari vaginanya.

Helga berguling ke lantai, bersandar pada tumpukan kardus, dengan posisi mengangkang sambil tangan kanannya mengelus-elus vaginanya yang masih berdenyut-denyut dan tangan kirinya meremasi buah dadanya. Tangan kanannya merasa ada sesuatu yang keluar dari dalam vaginanya. Diraupnya lendir kenikmatannya sendiri yang bercampur dengan air mani Anto, kemudian dijilatinya dengan penuh nafsu. Matanya terbuka sayu dan rambutnya terurai acak-acakan.

Pemandangan yang benar-benar membuat jantung Anto berdegub tak karuan. Anto pun tak ingin ketinggalan bagian nikmat ini. Didekatinya vagina Helga. Dijilatinya vagina yang masih basah itu dengan penuh nafsu. Dikulum dan disedotnya berkali-kali gundukan daging yang membengkak merah dan mengeluarkan lendir putih dihadapannya itu. Diperlakukan seperti ini Helga pun menggelinjang tak karuan. Dijambakinya rambut pemuda itu. Ditekannya wajah Anto pada vaginanya. Perasaan campuran antara geli dan nikmat itu semakin menggila.

Merasa perlakuannya mendapat sambutan, Anto pun semakin mempergencar lumatan demi lumatannya pada vagina Helga .. “Gila kau Sayang! Masa masih kurang? Ooohh.. Terusshh! Mmmhh..” desah Helga sambil menggelinjang tak karuan. “Nggak mau nih Mbak Helga? Beneran?” Goda Anto disela-sela jilatannya pada vagina Helga. “Ooohhff.. Terush Sayang! Jangan berhenti! Nnngghh.. Nikk.. Mmaatthh..” desah Helga. Anto terus menjilati vagina Mbak Helga itu.

Lidahnya yang kasar dikeluar masukkannya dalam vagina Helga membuat Mbak Helga itu semakin diperbudak oleh rasa nikmat. Tempo permainan lidah Anto dalam relung kewanitaan Helga berubah-ubah. Sesekali lidah kasar itu menyapu lembut vagina Helga hanya pada bagian luarnya saja, dengan jemari Anto menguakkan labium mayora Helga. Terkadang lidah itu menegang dan menyeruak masuk ke dalam vagina Helga, membuat Mbak Helga itu melonjak kenikmatan.

Helga merasa beruntung, belum pernah ia merasakan kenikmatan seperti ini. Terlebih berbuat liar seperti yang tengah ia lakukan dengan pemuda yang baru dikenalnya dan semula hendak memperkosa dirinya. Mbak Helga itu meremas-remas payudaranya sendiri dengan liar. Dipilin-pilinnya puting miliknya dengan penuh nafsu. Mulutnya pun tak henti-hentinya mengeluarkan erangan dan desahan penuh kenikmatan. Ia benar-benar diperbudak dan dipermainkan kenikmatan.

Hingga suatu saat, ia merasa pinggul dan selangkangannya bergetar hebat lagi sedang vaginanya berdenyut-denyut lebih tak karuan dibanding orgasmenya tadi, ia langsung menjambak rambut Anto dan menekan kepala Anto semakin merapat dengan selangkangan dan vaginanya.

Anto yang juga menyadari hal itu semakin buas dalam menjilati liang vagina dan menghisap-hisap labium mayora Mbak Helga itu. Ia sadar bahwa Helga akan mendapatkan orgasmenya lagi. Helga sendiri merasa sangat keheranan saat ia merasakan sensasi itu lagi. Pikirnya mustahil ia mendapatkan orgasme yang hebat lagi, terlebih setelah orgasme terakhirnya yang langsung meloloskan seluruh persendiannya.

Tetapi ia pun sangat menikmatinya. Digoyang-goyangkan pinggulnya mengimbangi irama permainan lidah dan mulut Anto. Semakin didekapnya kepala dan wajah pemuda diantara selangkangannya, sampai tiba saatnya ia tak dapat menahannya lagi, dan..Crroottss.. Seerr..“Ssstt.. Ssstt.. Aaahh.. Ggghhaahh..” teriak Helga tak kuasa menahan suaranya yang memenuhi gudang itu.

Keduanya langsung terkejut karena ternyata dari dalam liang vagina Helga yang sedang dijilat dan dihisap oleh Anto tersemburlah bermili liter lendir kenikmatan berwarna putih kental yang menyembur keluar berbarengan dengan air kencing.

Rupanya Mbak Helga itu mendapat multi orgasme yang hebat sampai-sampai ia tak dapat menahan kencingnya sendiri yang langsung menyembur wajah Anto yang sedang berada tepat dihadapannya. Anto yang menyadari hal itu langsung saja tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dijilatinya sekitar selangkangan Helga yang dibanjiri oleh lendir kenikmatan dan air kencing Mbak Helga itu. Ditelannya semua yang berhasil ia jilat dan kulum dalam mulutnya.

Hal ini tentunya membuat Helga yang sedang mengalami masa relaksasi meringis-meringis kegelian dan mendesah-desah tak karuan menahan rasa geli yang melanda seluruh bagian selangkangannya. Tetapi tubuh montoknya benar-benar lemas hingga ia nyaris tak sanggup mendorong dan menyingkirkan kepala Anto yang berada Diantara selangkangannya dan sedang sibuk menjilati vaginanya dengan rakus. Anto pun bangun dan mendekati Helga yang sedang terpejam menikmati sisa-sisa orgasmenya.

Didekatkannya mulutnya yang sedang mengulum lendir kenikmatan dan air kencing Helga ke mulut Mbak Helga itu, kemudian dikecupnya bibir Helga yang sedang menganga seksi. “Nngghh..” Lenguh Helga. Anto langsung menyodorkan kulumannya untuk dibagi dengan Mbak Helga itu, yang langsung saja disambut penuh nafsu oleh Helga.

Dilumatnya mulut Anto yang dipenuhi dengan lendir kenikmatan dan air kencingnya sendiri, kemudian ditelannya hingga tak bersisa. Helga benar- benar puas dengan permainan mereka, begitu pun halnya dengan Anto. Ia langsung mendekap tubuh montok Mbak Helga itu, kemudian bibir mereka saling berpagutan penuh nafsu. Sesekali bibir Anto menjalar ke leher dan buah dada Mbak Helga itu. “Aduuhh.. Masa sih masih kurang Sayang?” bisik Helga keheranan saat melihat Anto yang menjilati putingnya dengan penuh nafsu.

“Kalau sama Mbak Helga, aku nggak akan pernah puas. Tapi untuk kali ini, kurasa cukup dulu. Asal kapan-kapan boleh begini lagi ya?” pinta Anto. “Gila kamu Sayang! Masa sih aku bisa nolak diajak nikmat begini?” jawab Helga sambil mengecup lembut bibir Anto.

Dalam hatinya ia berbunga-bunga karena akan selalu mendapatkan kenikmatan seperti ini kapan pun ia mau. gimana gan?? Cerita Dewasa lanjutan dari cerita yang sebelumnya nih.,.. gak kalah seru kan?? ya uda deh… udah selesai tuh cerita nya admin pamit dulu ya… Tunggu aja Cerita Dewasa selanjutnya ya.. Jangan lupa baca Cerita Dewasa lainnya hanya di Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017.

One thought on “Pemilik Toko Mainan Mencapai Orgasme Berulang Kali Yang Sungguh Nikmat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*