KepoQQ
WEDEQQ
IDOLAQQ
KOKIQQ
HOKI 365
JASAQQ
BOLA 168
DOMINO 168
TAHUNQQ
COBAQQ
ARENA99
Cerita Dewasa Nakal Bersambung

Wanita Setengah Baya Yang Merasa Keenakan Dientot Meski Awalnya Melawan

Kumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017Cerita Dewasa Terupdate sebelumnya yang berjudul Mamaku Ternyata Tidak Cukup Puas Kalau Hanya Sekali Ngentot, dan kali ini situs Cerita69.co akan membagikan Cerita Dewasa terbaik lainnya yang tidak kalah menarik untuk dibaca dengan judul Wanita Setengah Baya Yang Merasa Keenakan Dientot Meski Awalnya Melawan, ya uda kita mulai yuk…

Baca juga :

* Panduan Bermain Capsa Susun Online

* PANDUAN BERMAIN BANDARQ ONLINE

* PANDUAN BERMAIN POKER ONLINE

Senin pagi itu, tak biasanya Helga datang pagi-pagi sekali ke tokonya yang ada di Daerah Tambun, daerah selatan stasiun Tambun Bekasi. Saat itu ia mengenakan blouse hijau tanpa lengan yang sangat ketat di tubuhnya yang putih montok. Rambut ikalnya yang panjang bercat kemerahan diikatkannya ke atas, memperlihatkan tengkuknya yang putih seksi.

Rupanya pagi itu, ia memang orang pertama yang datang ke tokonya. Pegawai-pegawainya biasanya baru datang pukul 8 pagi. Setelah membuka pintu toko mainannya, ia langsung menuju meja kasir dan menghitung laba perolehan hari sebelumnya, sambil menunggu para pegawainya datang 1 jam lagi.

Helga adalah seorang wanita keturunan Jawa, yang sudah cukup berumur. Akan tetapi, walaupun usianya sudah kepala 4, tetapi perawakannya masih mengundang air liur lelaki yang memandangnya. Tubuhnya yang montok selalu mengundang lirikan lelaki dan memancing fantasi liar untuk dapat menindihnya.

Belum lagi bila memandang buah dadanya yang putih montok itu, setiap lelaki pasti ingin meremas gemas dan memelintir lembut putingnya. Di usianya itupun, wajahnya masih menunjukkan garis- garis kecantikan, serta sorot matanya yang sayu tetapi tajam, menandakan kebinalannya di atas tempat tidur.

Sebagaimana umumnya orang Bisnis, naluri bisnisnya memang cukup tajam. Baru beberapa bulan saja toko mainannya ini ia kelola, ia sudah mendapatkan cukup banyak pelanggan. Mungkin karena harga mainan anak-anak di tokonya ini relatif murah dibandingkan harga ditoko lainnya. Sambil menunggu pegawainya, Helga duduk di belakang meja kasir, menghitung laba hari sebelumnya.

Belum ada pelanggan yang datang, mungkin karena hari masih cukup pagi, dan di luar pun cuaca terlihat agak mendung.“Wah, pagi-pagi begini sudah mendung, bisa susah rejeki nih!” pikirnya sambil melihat ke arah luar.”Mudah- mudahan aja, nggak hujan..” Helga kembali melanjutkan pekerjaannya, sampai tiba- tiba terdengar dari luar bahwa gerimis pun sudah turun.

“Lho, baru aja dibilangin, malah hujan beneran deh..” gerutunya. ”Anak-anak bisa terlambat dateng nih!” ujarnya lagi sambil melirik arloji emas berbentuk kotak di lengan kanannya. Gerimis itu lama-kelamaan menjadi hujan yang cukup deras, sehingga hawa pagi itu menjadi semakin dingin.

Di luar pun, beberapa orang menghentikan sepeda motornya untuk mengenakan jas hujan, lalu kembali meneruskan perjalanannya. Kecuali beberapa pejalan kaki yang terus berjalan sambil berusaha menghindari hujan, ada juga dua orang pengendara motor yang memilih untuk berteduh sebentar di depan tokonya.

Salah seorang pengendara motor itu, kelihatannya seorang mahasiswa yang hendak pergi kuliah dan tidak membawa jas hujan. Pemuda itu memilih untuk berteduh di depan tokonya, sambil melihat-lihat dari luar ke dalam toko mainan Helga. Tak lama kemudian, ia masuk ke toko itu, sambil terus melihat-lihat mainan yang ada. Melihat ada tamu yang masuk ke tokonya, Helga langsung mempersilahkan pemuda itu dan menghentikan pekerjaannya menghitung laba. “Ada yang bisa saya bantu?” tanya Helga.

“Oh, maaf kebetulan saya kehujanan dan berteduh di depan, saya baru ingat kalau saya memerlukan spare parts untuk mobil remote control saya dirumah” jawab pemuda itu.“Wah, kalau spare parts remote control, kebetulan disini cukup lengkap, kalaupun di etalase kosong, mungkin bisa saya carikan di gudang”. Ujar Helga.

”Memangnya bagian apa yang diperlukan?” “Saya butuh dinamo dan ban untuk mobil remote control saya dirumah,” jawab pemuda itu. Sambil menerangkan jenis yang dicarinya ia terus mengamati Helga yang sedang mengecek buku inventarisnya.

Ia baru saja menyadari, bahwa lawan bicaranya itu ternyata sangat menggoda dan membangkitkan gairahnya. Terutama di pagi hari yang sangat dingin itu. Melihat keadaan toko yang sepi itu, ia ingin mencoba mencari kesempatan di dalam kesempitan. Ia pun berusaha berkenalan dengan Helga.

“Oya, kenalkan nama saya Hermanto,” pancing pemuda itu dan panggil saja anto “Oh, saya Helga ,” balas Helga .“Saya mesti panggil Mbak atau Tante nih?” tanya Anto lagi.“Terserah deh! Enaknya Dik Anto aja gimana,” jawab Helga.

”Wah, sepertinya dinamo yang untuk model itu disini sudah habis, saya memang nggak menyimpan stok banyak, karena kurang banyak peminatnya”. “Yah, sayang sekali.. Apa di gudang juga sudah habis?” pancing Anto. “Oh iya, saya hampir lupa, sebentar saya coba carikan,” lanjut Helga sambil mengunci mesin kas-nya dan beranjak keluar meja kasir ke arah gudang di lantai dua toko itu. ”Dik Anto tunggu sini sebentar ya?”. Saat melihat Helga berdiri dan berjalan, gairah Anto semakin meluap.

Terlebih lagi ketika ia mengamati Helga menaiki tangga kayu itu, matanya semakin nakal melirik ke arah bongkahan pantat Helga yang terbungkus rok jeans mini. Entah ke berapa kalinya ia menelan ludah, sejak ia pertama kali melihat Mbak Helga itu.

Dan entah desakan dari mana yang membimbing Anto mengikuti Helga, naik ke lantai dua. Ia kemudian memegang pegangan tangga, untuk mengikuti Mbak Helga itu, sambil mendongak ke atas melihat Helga yang masih menaiki tangga itu.

Terlihat jelas oleh matanya, Helga saat itu mengenakan celana dalam hitam berenda dan samar-samar memperlihatkan gundukan putih menggiurkan yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Pemandangan itu membuat nafasnya semakin naik turun.

Perlahan-lahan agar tak terdengar oleh Mbak Helga itu ia mulai meniti anak tangga, hingga akhirnya ia sampai ke lantai dua yang merupakan gudang di toko itu. Ia menghampiri Helga yang sedang berjongkok mengaduk-aduk sebuah kardus. Anto mengendap-endap ke belakang Helga, kemudian berdiri tepat di belakang Helga, menunggu Mbak Helga itu berdiri.

Tak lama kemudian, kelihatannya Helga sudah menemukan apa yang di carinya, setelah menaruh kembali kardus itu ke tempat semula, ia pun berdiri, dan langsung dikejutkan oleh kehadiran Anto di hadapannya. “Lho..” Belum sempat Helga menyelesaikan kalimatnya, Anto langsung memeluk Helga, sambil membungkam mulut Mbak Helga itu dengan tangannya.

Otomatis Helga meronta dan berusaha berteriak, sambil memukuli punggung Anto. Akan tetapi, hal itu sia-sia belaka, tangan Anto yang lebih kuat semakin mendekap tubuhnya dan membungkam mulut Helga. Hingga akhirnya Helga sadar bahwa usaha apapun yang dilakukannya akan sia-sia.

Tubuh montoknya pun menjadi lemas. Melihat Helga sudah menjadi lemas, Anto mengendurkan dekapan dan bungkaman pada bibir Helga. Ia langsung menciumi bibir Mbak Helga itu, dilumatnya habis wajah Helga.

Diciumi dan dijilatinya wajah cantik itu sambil nafasnya tersengal-sengal penuh nafsu. “Aa.. Apa yang kau lakukan?? Kurang ajar kamu!” bisik Helga terpatah- patah karena ketakutan. “Tenang Mbak Helga.. Jangan takut, Mbak Helga nurut aja.. Lagi pula teriakan Mbak Helga nggak akan terdengar karena derasnya hujan,” jawab Anto sambil terus menciumi bibir Helga dan tangannya sudah mulai menjamah bagian buah dada Mbak Helga itu.

“Jjja.. Ngann.. Please.. Kenapa kamu nggak nyari perempuan yang lebih muda aja?” Pinta Helga sambil berusaha menepis tangan Anto yang sudah mulai meremas lembut puting kirinya yang masih terbungkus bra dan blouse dari luar.

“Kalau kamu mau uang, ambil aja di kassa.. Tapi jangan seperti ini.. Please..” “Aku mau Mbak Helga aja.. Sudah deh, Mbak Helga nurut aja.. Ntar pasti Mbak Helga nikmatin juga. Percaya deh!” bisik Anto di telinga Helga, sambil kemudian dijilatinya telinga yang putih kemerahan itu.

“Mmmhh.. Mbak Helga begitu harum.. Kulit Mbak Helga mulus dan wangi..” sambung Anto sambil terus menggerayangi buah dada dan lengan Helga. Helga enggan mengakui kalau ia merasa tersanjung oleh kata-kata pemuda yang sedang mencoba memperkosanya itu, tetapi hati kecilnya tergoda juga oleh kata-kata pemuda itu.

Sambil mendorong tubuh Helga agar rebah ke lantai, tangan Anto kini mulai berpindah ke daerah perut Helga, yang kelihatannya sudah semakin tak berkutik. Direnggutnya blouse Mbak Helga itu ke atas, dan terpampanglah perut yang putih mulus, walaupun agak sedikit gemuk, tetapi tak mengurangi keseksian Mbak Helga itu. Ciuman-ciuman Anto kini mulai turun ke leher, buah dada yang masih terbungkus pakaian, dan akhirnya mulai menggerayangi perut dan pusar Helga.

Rupanya ciuman Anto di bagian perut dan permainan lidah di pusarnya itu lama kelamaan menimbulkan kegelian yang amat sangat. Tak munafik, Helga menikmati hal itu. Teriakannya berangsur- angsur berubah menjadi desahan.

Tangannya yang berusaha mendorong tubuh Anto, sekarang sesekali meremas rambut Anto dan menekan kepala Anto semakin dalam dan merapat dengan tubuhnya. Saat ini yang ada hanyalah erangan-erangan kecil dari mulut Helga yang sedang di permainkan oleh lidah nakal Anto. “Ssshhtt.. Jjjangann.. Llleppasskanhh.. Aaauuhhff..” bisik Helga kegelian.

Helga pun akhirnya dilanda kebimbangan karena di satu sisi ia merasa harus mempertahankan dirinya agar tidak diperkosa oleh pemuda itu, di lain sisi ia mulai menikmati permainan yang sedikit kasar itu.

Sementara itu, tanpa disadarinya tangan Anto sudah berhasil menyingsingkan rok mininya ke atas, dan tangan pemuda itu sudah mulai menggerayangi daerah kemaluan Helga. “Nngghh..” tak sadar Helga melenguh nikmat.

Tangan kekar itu tak henti-hentinya mengelus-elus bukit kenikmatannya dari luar celana dalamnya yang sudah mulai basah. Ciuman pemuda itu pun tak henti-hentinya menggerayangi bibir, leher dan buah dadanya yang montok dan masih terbungkus bra hitam berendanya itu. “Ahh.. Sshh..” lenguh Helga.

Helga semakin menikmati kenakalan pemuda itu. Saat ini ia justru mengharapkan agar pemuda itu semakin berbuat kurang ajar padanya. Matanya mulai terpejam seiring dengan semakin membanjirnya lendir kenikmatan di vaginanya. Pikirnya, pemuda itu memang tahu caranya memanjakan wanita.

Helga pun sudah tak merasa bahwa dirinya akan diperkosa. Ia justru mendambakan sentuhan pemuda itu. Jemari Anto bermain di pinggiran celana dalam Helga. Diusap-usapnya jahitan pinggir celana dalam hitam berenda yang semakin basah itu.

Sesekali jemari nakalnya menyelip masuk ke dalam celana dalam itu sambil mengusap lembut gundukan yang ada di dalamnya. Usapan jemari Anto pada jahitan renda pinggiran celana dalam Helga menimbulkan suatu sensasi dan rangsangan yang sangat dinikmatinya.

Jahitan dari motif renda yang tak rata itu menyebabkan jemari Anto yang bermain diatasnya seakan-akan menggaruk-garuk daerah sekitar vaginanya. Terlebih saat Anto memang sengaja menggaruk bagian itu dengan kukunya.

Hal ini membuat Helga semakin tak kuasa untuk menahan lendir kenikmatannya yang semakin membanjiri daerah itu. “Aughh.. Nakal kamu ya!” jerit Helga saat merasakan jari telunjuk pemuda itu menyelip masuk dan mengusap lembut labium mayoranya.

Sesaat telunjuk pemuda itu keluar dari dalam celana dalam Helga, ia langsung menyodorkan jemari yang dibasahi oleh lumuran lendir kenikmatan Helga itu ke bibir seksi Mbak Helga itu. Dan langsung saja Helga menyambut dan mengulum telunjuk yang penuh dilumuri oleh lendir kenikmatannya sendiri itu dengan penuh nafsu.

Anto sendiri tak henti-hentinya menggerak-gerakkan telunjuknya yang sedang dikulum Helga seakan-akan ingin mengorek-ngorek bagian dalam mulut wanita itru dengan lembut. Melihat Mbak Helga itu menjilati telunjuknya dengan penuh nafsu, Anto langsung mendekati bibir wanita itu, berharap agar masih ada sisa lendir kenikmatan wanita itu dalam mulut seksinya.

Helga agaknya mengerti oleh apa yang diinginkan pemuda itu. Ia langsung mengumpulkan ludah dalam mulutnya yang memang masih bercampur dengan lendir kenikmatannya, kemudian disodorkannya ludahnya itu dengan bibir sedikit terbuka penuh gairah. Anto langsung melumat gemas bibir Helga. Dikecap-kecapnya sebentar ludah Mbak Helga itu dalam mulutnya, kemudian ditelannya penuh nafsu. Melihat kelakuan pemuda itu, Helga menjadi semakin terbakar oleh nafsu.

Ia semakin lupa pada keadaan dirinya yang hendak diperkosa. Dan agaknya keadaan itu sekarang telah berubah menjadi keinginan untuk sama-sama saling memuaskan karena Helga sudah mengambil posisi telentang dengan pahanya agak terbuka.

Helga langsung menarik kepala pemuda itu, diciuminya bibir pemuda itu dengan penuh gairah. Kemudian dijambaknya rambut Anto sambil didorongnya kepala pemuda itu agar mulutnya mengarah ke vaginanya. Anto yang memang sudah terbakar oleh nafsu sejak pertemuan di meja kasir tadi, langsung saja menuruti keinginan Mbak Helga itu.

Tanpa membuka celana dalam Helga, ia langsung menjilati vagina Helga dengan hanya cukup menarik pinggiran berenda celana dalam Mbak Helga itu di sekitar vaginanya. Dijilati dan digigitnya dengan penuh nafsu vagina itu sambil kepalanya terus dipegang dan dijambaki oleh Helga. Rupanya Helga tak cukup hanya dipuaskan dengan jilatan-jilatan liar Anto, ia juga ingin mendusal-dusalkan wajah pemuda itu pada vaginanya.

Hingga tak lama kemudian, Anto merasakan daerah sekitar selangkangan Mbak Helga itu bergetar, dan makin lama getaran itu makin hebat, hingga tak lama kemudian, saat ia sedang menggigit-gigit kecil klitoris Mbak Helga itu, diiringi teriakan liar Helga. “Ooghh iiyyaahh.. Terrusshh.. Mmmppffhh.. Ghhaahh..” Racau Helga. Hingga tak lama kemudian, “Crroottss..” Wajah Anto langsung tersembur oleh cairan yang hangat dan kental yang berasal dari dalam liang vagina Helga.

Rupanya saat itu Helga baru saja mengalami orgasme yang cukup banyak di awal permainan mereka. Dan langsung saja, tanpa diberi komando, dengan lahapnya Anto menjilati dan meraupi lelehan lendir kenikmatan yang tak henti-hentinya meleleh dari dalam vagina Mbak Helga itu.

Hal ini tentunya membuat Helga yang baru saja mencapai orgasme dilanda rasa geli yang amat sangat. “Hhhaahh ssttoopp!! Sttoopp!! Ghiillaahh.. Ohh Sttoopp Sshh..” teriak Helga sambil berusaha menjauhkan selangkangannya dari wajah pemuda itu.

Tetapi Anto justru tak mau memindahkan mulut dan jilatannya sedikit pun dari vagina yang sedang dibanjiri cairan nikmat itu. Ia terus mengumpulkan lendir Helga di dalam mulutnya dan kemudian langsung menelannya dengan rakus. Mulut dan wajah pemuda itu belepotan oleh lendir Helga.

Setelah Anto merasa bahwa vagina Helga telah bersih kembali, ia langsung beranjak ke arah bibir Helga, dengan masih mengulum lendir dari vagina Mbak Helga itu ia menyuapkannya ke bibir seksi di hadapannya. Helga langsung mengerti apa yang akan dilakukan Anto.

Ia langsung membuka bibir seksinya seraya berkata, “Ludahkan! Ludahkan padaku Sayang!”. Pintanya dengan tatapan sayu menggairahkan sambil meremas-remas lembut payudaranya sendiri. “Ooohh.. Ssshh..”“Cuhh..” Anto langsung meludahkannya ke dalam mulut Mbak Helga itu.

Dan langsung disambut dengan desahan bergairah Helga. “Mmmhh.. Nikmatthh,” bisik Helga setelah menelan lendir kenikmatannya sendiri dengan rakus. Anto yang semakin terbakar gairahnya melihat adegan itu langsung melucuti pakaiannya sendiri.

Sejak melihat tubuh molek Mbak Helga itu ia memang tak sabar untuk memasukkan penisnya ke dalam vagina sang Mbak Helga dan menggarapnya penuh nafsu. Setelah dirinya telanjang bulat, ia berdiri sejenak dihadapan sang Mbak Helga sambil mengacung- acungkan penisnya yang sejak tadi telah menegang penuh dihadapan Helga. “Woow..” kagum Helga sambil mengarahkan tangannya untuk menggenggam penis itu.

“Aaahh.. Mbak Helga ehh..” bisik Anto saat jemari Mbak Helga itu menggenggam dan meremas lembut penisnya. Helga langsung mengocok penis digenggaman tangan kanannya itu dengan penuh kelembutan. Sementara itu tangan kirinya mengusap-usap vaginanya sendiri yang mulai basah kembali.

Rupanya ia pun tak sabar ingin digarap oleh pemuda itu. Dipindahkannya tangan kirinya yang sudah dibasahi lendir kenikmatannya ke penis Anto, dan dibalurinya penis yang menegang keras itu dengan lendirnya. “Aaahh.. Angett Mbak Helga e..” Bisik Anto sambil memejamkan matanya.

“Hhhmm?? Anget? Aku punya yang lebih panas Sayang!” Tantang Helga sambil mengarahkan bibir seksinya ke penis pemuda itu. Dan langsung dikulumnya penis dihadapannya dengan penuh nafsu. “Ngghh.. Mmmhh..” Desahnya.

“Ooohh.. Iyaahh terusshh Mbak Helga iii.. Ssshh..” Anto pun semakin meracau tak karuan. Helga menemukan kenikmatan yang lebih memacunya untuk terus mengerjai penis pemuda itu karena ia mencium dan merasakan aroma dan basah dari lendir kenikmatan yang berasal dari vaginanya sendiri.

Dan itu membuatnya semakin liar menjilati benda yang panjang dan panas itu. “Mmmhh.. Ssshh..” Bisik Anto tak henti-hentinya sambil mengacak-acak rambut Mbak Helga itu, sehingga rambut merah ikal Helga yang semula diikat ke atas menjadi acak-acakan dan terlihat sangat menggairahkan.

Helga berhenti sejenak dari kegiatannya mengelomoti penis pemuda itu, sambil terus berjongkok dihadapan Anto, ia menengadah menatap wajah pemuda itu dengan tatapan sayu penuh gairah. Melihat wajah Mbak Helga yang sedang terbakar oleh gairah seperti itu membuat Anto semakin tak sabar untuk segera menggarap Mbak Helga itu.

Diacak-acaknya rambut Helga dengan gemas. “Kau ingin lebih panas Sayang? Hhmm?” Tantang Helga dengan tatapan penuh nafsu.. “Siksa aku Mbak Helga! Siksa aku dengan tubuhmu!” Pinta Anto sambil terus mengacak-acak rambut Helga.

“As you wish honey!” jawab Helga sambil melucuti kancing blousenya dan rok spannya sendiri. Helga yang saat ini tinggal mengenakan bra dan celana dalam hitam berendanya kembali mengerjai penis Anto.

Dikulum-kulum dan dijilatinya batang kemaluan pemuda itu hingga penis itu basah dilumuri oleh ludahnya sendiri. Helga semakin menggila dan liar. Sampai-sampai bola matanya nyaris berputar kebelakang saat ia mengelomoti batang yang menegang dan panas itu. Sesekali digigitinya urat-urat kemaluan Anto yang menonjol-menonjol akibat tegangnya penis itu hingga pemuda itu meringis kesakitan.

Anto yang semakin tak sabar dan terbakar oleh gairah langsung saja menarik tubuh Mbak Helga itu agar berdiri dihadapannya, dan langsung saja Helga menyerang bibir pemuda itu dengan penuh nafsu. Digigitinya pula bibir dan lidah Anto.

Ia memang benar-benar sudah terbakar oleh nafsu. “Mbak Helga, aku sudah nggak tahan nih!” pinta Anto sambil membalas kecupan-kecupan liar Mbak Helga itu. “Aku juga Sayang! Cepat kerjai vaginaku To!” balas Helga dengan tatapan sayu memelas penuh nafsu.

”Sebentar kubuka BH dan celana dalemku dulu ya Honey!? Sabar Sayang!”. “Nggak usah Mbak Helga! Aku suka ngeliat Mbak Helga Cuma pake pakaian dalem gitu,” pinta Anto, “Tenang aja, tetep nikmat kok!” sambungnya menenangkan Helga sambil meremas-remas lembut gumpalan daging putih yang masih terbungkus bra hitam renda itu.

Anto langsung mendorong tubuh montok Mbak Helga itu agar membelakangi tubuhnya, kemudian diaturnya agar tubuh Helga menungging. Helga langsung menyadari, rupanya pasangannya ini ingin mengerjainya dalam posisi doggie style terlebih dahulu.

Ia langsung mengambil ancang-ancang doggie style, bongkahan pantatnya yang montok mulus itu menghadap Anto, siap untuk dikerjai. Dengan paha yang lebarkan Helga terlihat sangat menggairahkan saat itu.

Dan hal ini semakin membuat Anto terangsang dan tak sabar. Pemuda itu langsung mengarahkan penisnya yang sudah benar-benar panjang dan tegang tepat ke arah vagina Mbak Helga itu. Tetapi saat ia melihat bongkahan pantat putih mulus dan montok yang masih terbungkus celana dalam hitam itu timbul keinginannya untuk menjilati liang anus Mbak Helga itu.

Dan langsung saja ia menunduk ke arah pantat Helga yang sedang menungging dan tak mengetahui bahwa Anto akan mengerjai anusnya terlebih dahulu, kemudian ditariknya celana dalam Helga yang menutupi bagian vagina dan anusnya ke sebelah kanan tanpa membuka celana dalam itu, hingga tiba- tiba.. “Aaahh..” Helga merasakan sesuatu yang hangat dan basah mengusap liang anusnya dan Mbak Helga itu langsung saja merasakan geli yang amat sangat.

“Kau apakan tadi To?” Desah Helga sambil menengok kebelakang, dan ia langsung mendapati pemuda itu sedang menjilati dan menciumi pantat dan anusnya dengan begitu rakus. Helga benar- benar semakin menikmati permainan liar ini. Digeleng-gelengkannya kepalanya kesana kemari sampai rambutnya semakin acak- acakan. Dan pemandangan itu benar-benar sangat merangsang.

Entah untuk keberapa kalinya kedua bola matanya itu nyaris berputar ke belakang saat tubuhnya mendongak ke atas mengimbangi kenikmatan yang ia dapatkan dari Anto. Sementara itu Anto semakin giat saja mengerjai anus Mbak Helga itu. Entah ke berapa kalinya ia membuat Helga berteriak dan meringis kesakitan saat ia menggigit gemas bongkahan pantat Mbak Helga itu.

Lidah pemuda itu menyapu-nyapu dari atas ke bawah, dari anus Helga turun ke liang vagina Mbak Helga itu. Hal ini tentu saja semakin membuat Helga menggelinjang kenikmatan. Tangan Helga yang kanan berpegangan ke rak mainan disampingnya sementara tangan kirinya sibuk meremasi sendiri buah dadanya yang masih terbungkus bra hitam itu.

Dipuntir-puntirnya sendiri putingnya yang masih ada dalam bungkus renda itu. Gesekan yang ditimbulkan oleh renda dan jemari tangannya pada putingnya benar- benar menambah rangsangan pada dirinya. Helga semakin menggila, ia ingin dijadikan budak seks oleh Anto. “Ooocchh.. Yaahh.. Ssshhtt..” racau Helga, “Terus ssaayyaang.. kkeerrjaaii akkuuhh.. oohh” Tak henti-hentinya ia meremas payudara dan menjambaki rambutnya sendiri.

“Oh Mbak Helga.. Pantatmu begitu mulus.. Liang vaginamu begitu harum Mbak Helga..” racau Anto sambil terus menjilati anus dan vagina Helga, mengeluar masukkan lidahnya ke dalam liang vagina dan anus Helga bergantian.

Tiba-tiba Helga merasa ada sesuatu yang akan meledak lagi dari dalam selangkangannya. Tubuhnya tergetar hebat. Anto pun merasakan vagina dan daerah selangkangan Mbak Helga itu mengejang dan bergetar hebat.

Dan ia langsung menyadari bahwa Mbak Helga itu akan segera mendapatkan orgasme lagi, sehingga pemuda itu semakin mempercepat rangsangannya pada daerah selangkangan Mbak Helga itu, sampai tiba-tiba saat Anto menusukkan lidahnya pada vagina Helga dalam- dalam, Mbak Helga itu tersentak sambil berteriak..

“Ooocchh.. Aaacchh.. Ggghhaahh.. Sshhiitt!!” racau Helga dengan liarnya, dan.. crootss.. Untuk kedua kalinya wajah Anto tersembur oleh cairan kenikmatan yang muncrat dari dalam vagina Helga.

“Ahh Ghiillaa..” teriak Helga sambil tubuhnya mengejang dan kedua tangannya berpegangan pada rak dan lantai, kakinya direnggangkan penuh seakan-akan ia ingin memeras lebih banyak cairan yang keluar dari dalam rahimnya itu.

Beberapa menit kemudian tubuh montoknya langsung terkulai lemas berpegangan rak mainan di gudang itu dan mungkin karena tak kuat menahan sisa-sisa orgasmenya ia langsung terjatuh ke lantai karena seluruh persendiannya seakan-akan lepas dan sangat lemas.

Anto pun menghentikan kegiatannya untuk memberikan kesempatan istirahat pada Helga. Tetapi ia tak menghentikan ciuman-ciuman dan jilatan pada daerah sekitar selangkangan Mbak Helga itu karena ia ingin membersihkan dan mereguk lagi lendir kenikmatan yang terus menetes dari dalam vagina Helga.

“Aaacchh.. shhtt.. gelii Sayang.. ohhff.. Hentikann!!” desah Helga saat Anto menjilat-jilati sekitar vaginanya yang masih terasa sangat peka. “Mmmffhh.. Ohh yaahh.. Banjir Sayang?” bisik Helga sambi melirik pada Anto yang terus mengerjai vaginanya yang masih berdenyut-denyut itu.

“Hmm.. Mbak Helga mau? Wangi banget Sayang!” jawab Anto sambil nafasnya tersengal-sengal penus nafsu. “Mmmhh sini Sayang!” pinta Helga sambil menarik rambut Anto agar mendekati menaiki tubuhnya. Rupanya ia ingin menikmati lendir kenikmatannya lagi dari mulut pemuda itu. Anto langsung menuruti permintaan Helga, lagi pula ia semakin tak sabar ingin menaiki tubuh montok dihadapannya itu.

Perlahan-lahan ia menindih tubuh Helga yang masih mengenakan pakaian dalamnya. Gesekan yang ditimbulkan oleh pakaian dalam Helga yang berenda dengan tubuh Anto menimbulkan suatu sensasi yang merangsang gairah Anto. “Kemari Sayang, naiki tubuhku! Merapatlah padaku To! Hsshh..” pinta Helga sambil menarik dan memeluk rapat tubuh Anto.

Mulut Anto yang masih mengulum cairan kenikmatan dari vagina Helga langsung diarahkannya ke bibir Helga yang sedang membuka seksi. “Mmmhh..” desah Mbak Helga itu saat bibir Anto memagut bibirnya sambil meludahkan lendir kenikmatan dari vagina Helga.

“Mmmhh Mbak Helga ..” bisik Anto sambil mempererat dekapannya pada tubuh montok Helga yang terasa makin panas dihari yang dingin itu, hal itu pun makin menimbulkan rangsangan pada tubuh Anto sehingga penisnya pun semakin menegang minta dipuaskan. “Hmm.. Ada yang tegang tuh di bawah!” bisik Helga seusai menelan habis cairan kenikmatan yang disodorkan Anto. “Sudah siap Sayang?” tantang Anto sambil menciumi telinga dan leher Mbak Helga itu.

“Nnngghh.. Give me that Honey! Please..” pinta Helga. Langsung saja Anto bangun dari tubuh Helga, kemudian dipelorotkannya celana dalam hitam Mbak Helga itu, lalu diaturnya posisi kaki Helga agar mengangkang lebar.

Terlihatlah dihadapannya vagina Helga yang merekah. Walaupun sudah berumur, tetapi vagina Mbak Helga itu masih terlihat memerah segar, kontras dengan kulit Helga yang putih. Bulu-bulu disekitar vagina Helga terpotong rapi, menandakan bahwa Mbak Helga ini memang cukup memperhatikan organ kewanitaannya tersebut. Pemandangan itu semakin membuat Anto tak henti-hentinya menelan ludah. Dikocok-kocoknya penisnya sebentar, kemudian diarahkannya langsung ke vagina Helga, digesek-gesekkannya di bagian labium mayora Helga. Rupanya ia ingin menggoda Mbak Helga itu sebentar.

“Cepat To! Masukkan penismu! Aku nggak sabar Sayang! Please..” racau Helga sambil meremasi buah dadanya yang masih terbungkus BH hitam berenda itu. “Hmm.. Nggak sabar ya Mbak Helga? Tadi katanya nggak mau?” goda Anto sambil terus menggesekkan penisnya naik turun pada vagina Helga. “Ooohh Shit! Persetan dengan tadi! Pokoknya aku mau penismu didalam vaginaku sekarang! Ayo dong Sayang!?” Rupanya Helga sudah semakin tak sabar dan mempersetankan segalanya. “Mmmhh.. Oohh..”

“Anto rupanya memang sengaja ingin mengalihkan perhatian Mbak Helga itu. Ia ingin mempermainkan Helga, dan membuat Mbak Helga itu terlena dengan sumpah serapahnya, sampai tiba-tiba, saat Helga tak menyadarinya…. Bless….. Melesaklah penis Anto yang besar, panjang dan panas berdenyut-denyut itu perlahan-lahan ke dalam vagina Helga. Kejutan ini benar-benar mengagetkan Helga. Kedua matanya melotot nyaris keluar.

Entah karena kenikmatan yang dirasakannya atau karena rasa kagetnya, tetapi yang pasti ia sangat menikmatinya. “Ooohh.. Gila kamu! Kenapa nggak bilang-bilang? Aaahh.. Ssshhtt.. Gillaahh.. Mmmhh..” racau Helga. Kali ini ia benar-benar merasakan kehebatan penis Anto. Denyutan penis Anto dalam vaginanya itu seakan-akan memompa lendir kenikmatannya semakin banyak keluar dari dalam vaginanya. Anto rupanya sengaja membiarkan pinggulnya tak bergoyang dahulu.

Ia ingin menikmati saat-saat pertama kalinya penisnya itu berada dalam relung vagina Mbak Helga itu. Penis itu terus berdenyut-denyut keras di dalam vagina Mbak Helga itu. Begitupun dengan vagina Helga yang terus berkontraksi memijat-mijat benda asing yang sedang berada dalam relung kewanitaannya itu.

Kedua mata mereka terpejam erat menikmati sensasi yang mereka rasakan. Sambil menikmati denyut demi denyut dari dalam vagina Helga, Anto meremas-remas bongkahan pantat Mbak Helga itu penuh nafsu, tingkahnya mirip seorang anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan. Kenakalan Anto itu tentunya semakin membuat Helga menggelinjang tak karuan.

Denyutan vaginanya pun makin menggila, sehingga otomatis penis Anto semakin merasakan kenikmatan. Keduanya saling berciuman. Berpagutan dengan liarnya tiada henti. Helga menggigiti lidah dan bibir Anto sambil terus menekan dan membuat jepitan dalam vaginanya.

Mbak Helga itu rupanya sudah berubah menjadi liar dan buas. Sesekali Helga meludahkan air liurnya ke dalam mulut Anto yang sedang tergagap-gagap kenikmatan. Dikumur- kumurnya liur Mbak Helga itu oleh Anto sebelum ditelannya. Perlahan-lahan Anto mencabut penisnya dari dalam vagina Helga.

Ia tak ingin melakukannya tergesa-gesa. Gesekan penisnya yang dilakukan perlahan namun pasti itu benar-benar menimbulkan sensasi yang menggilakan. Helga semakin terpejam dan bibirnya yang dibalut lipstik merah menyala itu semakin terbuka seksi.

“Ooohh.. Mmmhh..” desah Mbak Helga itu mengiringi gesekan penis pemuda itu dalam vaginanya. “mbaa.. aakk.. Aahh.. Ssshh.. Nikkmaatthh.. ” balas Anto. “Iyyaahh.. Terushh Too.. ” bisik Helga. Dicabutnya perlahan penis itu oleh Anto hingga keluar dari dalam vagina Helga. Hal ini menimbulkan kekecewaan yang besar dalam hati Helga.

Ia masih menginginkan penis itu berada dalam relung kewanitaannya, mengobok-obok vaginanya penuh nafsu, ia ingin menduduki penis itu hingga melesak jauh ke dalam vaginanya, ia ingin dijadikan budak nafsu pemuda yang baru saja dikenalnya itu,

Ia semakin mempersetankan semuanya. Sementara itu dengan senyum penuh menggoda, Anto hanya memandangi wajah kecewa Helga sambil mengocok- ngocok penisnya yang basah dibaluri lendir kenikmatan dari dalam vagina Helga. Kita lanjutkan Ceritanya di lain kesempatan ya hehehe.. sampai disini dulu.. Cerita Dewasa lainnya dapat dibaca di situs Cerita69.coKumpulan Cerita Dewasa Terupdate 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


HOKI LIGA
error: Baca Aja Sayang Jangan Di Copy :* :*